inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Rumadi

Pemilih tak Cari Presiden Beristri Berjlbab!

Headline
Rumadi
Oleh: R Ferdian Andi R
Sabtu, 27 Juni 2009 | 00:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta Politisasi agama kembali marak dalam hajatan demokrasi lima tahunan ini. Simbol dan isu agama masih menjadi dianggap instrumen penting dalam mobilisasi massa dalam meraih dukungan pemilih. Benarkah simbol agama mampu menarik massa?

Menurut peneliti senior The Wahid Institute (WI) Rumadi, simbol dan isu agama sulit memobilisasi dukungan pemilih untuk kepentingan politik. Kondisi ini tidak terlepas dari kondisi bangsa saat ini yang jauh lebih membutuhkan pimpinan negeri yang mampu mengatasi persoalan bangsa. "Masyarakat mencari pemimpin yang memberi solusi, bukan pemimpin yang beristri jilbab atau yang beragama tertentu," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (26/6).

Kendati demikian, staf pengajar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menegaskan, politisasi agama dalam Pilpres 2009 ini jauh lebih minimal dibanding pemilu 2004 lalu.
"Ini berkat proses sekularisasi agama yang berjalan efektif," tandasnya.
Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana Anda melihat isu agama kembali menyeruak dalam proses pemilu presiden 2009 ini?
Menurut saya, Pilpres 2009 ini patut kita apresiasi jika dibandingkan Pemilu 2004 lalu. Karena politisasi agama saat ini jauh lebih berkurang jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya.

Apa penyebab politisasi agama berkurang jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya?
Hal ini tidak terlepas dari efek proses sekularisasi agama. Dimana orang semakin sadar bahwa melakukan politisasi agama itu bukan hal yang baik.

Tapi bukankah politisi sadar tak sadar masih menggunakan agama sebagai instrumen penting dalam politik, seperti yang awalnya tidak berjilbab menjadi memakai jilbab lantaran suami maju dalam pilpres. Apa komentar Anda?

Memang menghilangkan sama sekali isu-isu keagamaan dalam politik adalah tidak mungkin. Pasti ada saja orang-orang yang berusaha menggunakan sentimen simbolik agama sebagai isu politik.

Apakah efektif isu agama untuk melakukan mobilisasi dukungan dalam Pilpres?
Saya melihat, isu seperti ini tidak akan banyak berpengaruh dalam penentuan pilihan. Masyarakat sadar, yang dicari adalah pemimpin bangsa yang bisa menyelesaikan problem bangsa, bukan mencari presiden yang isterinya berjilbab atau istrinya yang beragama apa. [L1[
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
9 Komentar
Daeng @ Selasa, 30 Juni 2009 | 23:09 WIB
Saya kira isteri Pak JK dan Pak Wiranto, seperti muslimah lainnya hanya menjalankan perintah agamanya, yang telah diperintahkanNya ratusan tahun lalu, melalui Al-Qur'an Surah (33) Al-Ahzab ayat 59. dan Surat An-Nur (24) ayat 31.
Ken Arok @ Senin, 29 Juni 2009 | 08:39 WIB
Ini adalah contoh peneliti nggak punya modal .... yang mau cari muka ..!! Mas ..kalau ngebeliin Jilbab buat istrinya aja nggak sanggup .... (istrinya kristen kalee ...., jadi nggak perlu jilbab) apalagi ngebiayain buat survey ...!!!. Ini namanya metode iseng-iseng berhadiah ..... kali aja dengan ngelempar issue kayak gini .... tim sukses sby mau ngebiayain atau narik jadi anggota tim sukses .... !! Namanya juga usaha .....!!! ya.....kan
Sumanto @ Minggu, 28 Juni 2009 | 14:00 WIB
Oh..yeaahh...!!? Sok Tau !! Aku dulu pilih SBY tapi begitu tau JK ternyata lebih cerdas dan isterinya berjilbab. Tanpa pikir panjang pilihan langsung jatuh ke JK-Win..!
siti @ Minggu, 28 Juni 2009 | 00:32 WIB
jaman skrg kalau mau menang harus sok kebarat-baratan atau ke-arab-araban. yang asli indonesia tidak laku, karena dianggap tidak eksotik. Kalau perlu campur pidato harus bahasa inggris atau bahasa arab, nah dianggap hebat deh. Padahal artinya sama, bicara saja bahasa indonesia kenapa sih?
mario @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 10:58 WIB
Wahid Institute ? Talk To My Hand !
anti SBY, anti Mega, anti JK @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 09:47 WIB
Maksudnya bapak Rumadi mungkin, jilbabnya Ani Yudhoyono dan Herawati Boeidono tak bakal mengelabuhi pemilih muslim. Karena pemilih tahu, jilbabnya Ani dan Hera muncul saat pilpres saja. Jadi, sama sekali tak terkait dengan jilbab bu Mufidah atau Bu Uga. Saya anti ketiga capres tersebut [Golput, karena tak tercatat di DPT]
Muliati @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 06:24 WIB
Seandanya ibu Herawati memakai JILBAB, maka tdk akan ada polemik seperti ini, Beliau langsung dikenal sebagai seorang Muslim yang taat. Apa tdk begitu bapak-bapak Pastilah pura-pura ngak tahu
Gloria @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 05:42 WIB
Bapak keliru, Kalau Kemampuan Capres sama , Pemilih akan menilai kelebihan lain yang dimiliki Capres. Apa itu ya termasuk Istri yang memakai Jilbab itu. Istri Capres berjilbab kelebihannya : - Ibu Negara adalah salah panutan / Contoh untuk Rakyatnya - Istri yang sholeha - Tunjukan Suami yang sholeh - Keberhasilan Suami bimbing istri dalam menjalankan agama - Suami tidak didikte Istri - Keseriusan jalankan syariat Sebagai ibu Negara berjlbab akan mendidik rakyatnya secara tidak langsung dalam menjalankan agama. Kewajiban ya kewajiban. Kalaupun rakyatnya belum memakai Jilbab, dia akan senantiasa mendapat dorongan tuk berjilbab. Emangnya kita hidup terus didunia ini ha ! Kalau melihat kemampuan Capres, Semua Setara, kecuali dalam Bidang ekonomi, ada Capres lebih unggul dibanding dgn lainnya. Bapak jauh lebih pintar dari saya. Tapi kok dalam menilai hehehe, tampak sekali keberpihakannya. Harusnya Bapak bilang “Ada pengaruhnya” dong. Apalagi status bapak sebagai Pengajar di Univ. Islam Negeri, yang banyak mengkaji. Dawah. Payah deh
andi @ Sabtu, 27 Juni 2009 | 04:27 WIB
jilbab itu perintah Tuhan kepada hambnya..brarti nya ibadah..orng yg menjalankn perintah Tuhan khan brarti orang yg mencoba untuk taat kepada Tuhan yg dia yakini..dan itu brarti ukuran seberapa baik orang tersebut menjalankan perintah agamanya...dan menjadi ukuran tauladan seorang pemimpin kepada yg dipimpin...logika nya mudah...knp tidak bs berpikir smp sampai disana...kasian skali
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.