INILAH.COM, Jakarta - Analis lembaga keuangan Citi Johanna Chua mengatakan, pasar akan menilai positif bila Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk menjadi Gubernur Bank Indonesia yang telah ditinggalkan Boediono.
"Gubernur BI (Plt) Miranda Goeltom pernyataannya terlalu berhati-hati dengan mengatakan masih ada ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter, tapi kemudian ia menambahkan dengan namun tidak banyak lagi. Kita pikir Sri Mulyani akan dilihat pasar sebagai tanda positif terkait dengan kredibilitas dan rekam jejak yang dimilikinya," katanya dalam kesimpulan kajian Citi, Jumat (26/6).
Analis di bawah Citigroup itu menambahkan, meski demikian masih meninggalkan ketidakpastian siapa yang akan menjadi Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan bila ditinggalkannya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu calon dari dua calon yang akan diajukannya kepada DPR untuk menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia yang ditinggalkan Boediono.
Sementara itu, bila Sri Mulyani ke BI maka akan menambah daftar pejabat departemen keuangan yang memiliki rekam jejak sebagai pengusung reformasi birokrasi yang hijrah ke bank sentral tersebut.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution telah terpilih menjadi deputi gubernur senior Bank Indonesia yang akan menggantikan Miranda S Goeltom.
Beberapa pengamat sepakat, Sri Mulyani cocok untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi pertanyaan apakah reformasi birokrasi yang sedang dijalankan akan terhenti.
"Reformasi birokrasi bisa balik lagi kalau orang yang menempatinnya tidak tepat, saya kira masih butuh waktu atau perlu segera dipersiapkan berbagai hal agar reformasi tidak balik lagi," kata pengamat ekonomi Indef M Ikhsan Modjo.
Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyarankan agar Sri Mulyani benar-benar menyiapkan sistem reformasi yang bisa dijalankan penerusnya di Departemen Keuangan agar reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Sri Mulyani tidak berhenti. "Penerusnya tinggal melanjutkan saja," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !