inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Citigroup: Positif Jika Sri Mulyani ke BI

Headline
Sri Mulyani Indrawati - Foto/ Bayu Suta
Oleh:
Jumat, 26 Juni 2009 | 17:46 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Analis lembaga keuangan Citi Johanna Chua mengatakan, pasar akan menilai positif bila Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditunjuk menjadi Gubernur Bank Indonesia yang telah ditinggalkan Boediono.

"Gubernur BI (Plt) Miranda Goeltom pernyataannya terlalu berhati-hati dengan mengatakan masih ada ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter, tapi kemudian ia menambahkan dengan namun tidak banyak lagi. Kita pikir Sri Mulyani akan dilihat pasar sebagai tanda positif terkait dengan kredibilitas dan rekam jejak yang dimilikinya," katanya dalam kesimpulan kajian Citi, Jumat (26/6).

Analis di bawah Citigroup itu menambahkan, meski demikian masih meninggalkan ketidakpastian siapa yang akan menjadi Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan bila ditinggalkannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya menyatakan Sri Mulyani Indrawati sebagai salah satu calon dari dua calon yang akan diajukannya kepada DPR untuk menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia yang ditinggalkan Boediono.

Sementara itu, bila Sri Mulyani ke BI maka akan menambah daftar pejabat departemen keuangan yang memiliki rekam jejak sebagai pengusung reformasi birokrasi yang hijrah ke bank sentral tersebut.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan Darmin Nasution telah terpilih menjadi deputi gubernur senior Bank Indonesia yang akan menggantikan Miranda S Goeltom.

Beberapa pengamat sepakat, Sri Mulyani cocok untuk menduduki jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun demikian, hal ini menjadi pertanyaan apakah reformasi birokrasi yang sedang dijalankan akan terhenti.

"Reformasi birokrasi bisa balik lagi kalau orang yang menempatinnya tidak tepat, saya kira masih butuh waktu atau perlu segera dipersiapkan berbagai hal agar reformasi tidak balik lagi," kata pengamat ekonomi Indef M Ikhsan Modjo.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto menyarankan agar Sri Mulyani benar-benar menyiapkan sistem reformasi yang bisa dijalankan penerusnya di Departemen Keuangan agar reformasi birokrasi yang tengah dijalankan Sri Mulyani tidak berhenti. "Penerusnya tinggal melanjutkan saja," katanya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.