Minggu, 27 Mei 2012 | 00:20 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rizal Mallarangeng Jangan Fitnah JK!
Oleh:
web - Sabtu, 27 Juni 2009 | 07:42 WIB
Isi artikel tabloid Indonesia Monitor edisi 49 rupanya telah membuat gerah kubu pasangan SBY-Boediono. Terlebih setelah fotokopi artikel itu tersebar di tengah masyarakat selepas Jusuf Kalla melakukan kampanye belum lama ini.

Laporan utama artikel yang berjudul Apa PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik? dengan sumber utamanya Habib Husein Alhabsy itu memang terasa sensitif. Ini membuat Rizal Malarangeng sebagai juru bicara tim sukses SBY-Boediono, mengeluarkan statement agar Jusuf kalla menjelaskan masalah selebaran istri Boediono, Herawati Boediono, yang diduga beragama Katolik itu. Bahkan Rizal pun meminta agar Kalla bertanggung jawab dan meminta maaf.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Umum Jaringan Kerjasama Indonesia, M Ali Ahmad, sangat menyayangkan statement yang dilontarkan oleh Rizal Malarangeng tersebut.

Masalahnya selebaran itu dibagikan bukan saat JK berorasi. Akan tetapi selesai JK memaparkan visi dan misinya. Toh, misalkan JK sendiri tahu pasti dia akan menegur oknum itu, karena saya tahu dia orang cerdas, tegas Ali di Jakarta, Jumat (26/07).

Ali mengajak masyarakat termasuk tim sukses semua pasangan untuk berusaha menciptakan pemilu damai, tanpa harus saling memfitnah. Karena bagaimana pun ini merupakan tanggung jawab bersama guna menuju demokrasi yang jujur dan adil.

Namun sangat disayangkan, ketika berita ini diturunkan guna mendapatkan keakuratan berita yang paling dalam, pemred dan redaktur tabloid Indonesia Monitor ketika di konfirmasi via telepon, mereka tidak berada di tempat.

Heru Lianto
heru_lianto@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
5 Komentar
imbalo
Minggu, 28 Juni 2009 | 11:08 WIB
Di Batam jumat lalu selepas shalat selebaran fotocopian seperti itu banyak bertebaran ............. ada tujuh lebar tulisan dari tabloid indonesia monitor.........
matau
Minggu, 28 Juni 2009 | 00:02 WIB
kalau memang pihak JK yang mengedarkan selebaran ngapain pada saat dia kampanye, bodoh sekali, sama aja cari masalah, banyak tempat lain untuk menyebarkan di pasar, di mesjid dsb, jadi ini pasti kerjaan intelijen pihak SBY dgn Fox nya untuk meraih simpati dgn cara menjelekan lawan, biasalah
lute
Sabtu, 27 Juni 2009 | 14:38 WIB
hati2 dgn RM, di Sulawesi tdk satupun yg simpatik pd ybs, tim bayonet dalam bhs israel brarti kidon, kidon mossaed nama pasukan pembunuh massal di israel, pendiri fox ini, pd thn 2004 pernah dipakai oleh PDIP ternyata tdk sukses, krn mengajarkan PDIP kebohongan dan kemunafikan, ingatlah bahwa Allah itu ada utk memperlihatkan kebenaran, skrg lihat arogansi tim RM, menghina arab, pemukulan wartawan, pemecatan DPR gus Choi.. inikah pemimpin kita nantinya???
Kaliyoso
Sabtu, 27 Juni 2009 | 12:14 WIB
TIM SBY& Boediono harus bisa mencari dokumen berupa Foto/Video terhadap Keluarga Pak Boediono pada saat Shalat Hari Raya "Islam " atau "open House" kemudian disisipkan dalam Iklan akan lebih baik.Pak Boediono Jadi Menteri sudah cukup Lama tentunya punya Dokumen tsb.Demikian saran saya sebagai wong kampung.
Danardono
Sabtu, 27 Juni 2009 | 11:17 WIB
Saya ngak ngerti kenapa tim SBY-BUD harus punya tim sukses orang2 seperti Rizal MalamRonggeng. Sayang tidak simpatik dan Antagonis. Jelas2 Antek Asing karena pengusaha besar bukan, anak konglomerat bukan. Tapi Ngak tahu diri mau jadi calon Presiden dengan iklan berbulan2 sebelum pileg 2009. Dananya dari mana ??? kemungkinan besar dari Asing ? Kalau Aseng, Asung atau Asong ngak mungkin karena mereka pintar dan realistis dan tahu persis Rizal Ngak Mungkin Bisa Jadi Presiden 2009
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.