INILAH.COM, Jakarta - Inflasi bulan Juni 2009 diperkirakan akan berada di kisaran 0,1 - 0,5 persen.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan ketika dihubungi INILAH.COM, Sabtu (27/6). "Tidak ada yang mengejutkan, kalaupun ada inflasi tipis sekali antara 0,1 - 0,5 persen," ujarnya.
Hal tersebut karena inflasi punya prestasi YoY yang tajam. Juni tahun 2008 inflasi meningkat tajam karena ada momen naiknya harga BBM pada 15 Mei. "Mei tahun lalu ada kenaikan harga BBM dan Juni masih ada dampak yang besar dengan inflasi 2,46 %," terang Rusman.
Sedangkan untuk inflasi YoY, lanjut Rusman, bisa di bawah 5%, bahkan menyentuh 4 persen. Ini menandakan bahwa inflasi begitu rendahnya. "Sinyal inflasi Juni sangat rendah, antara 4 - 5 persen (inflasi YoY) angka yang masuk akal," katanya.
Sementara itu, sentimen politik dari pesta demokrasi pemilihan umum presiden (pilpres) tidak begitu signifikan menyumbang inflasi. Pasalnya, pilpres berbeda dengan pileg (pemilu legislatif). untuk itu, dilihat dari belanja partai politik koalisi dari ketiga calon capres tidak terlalu banyak.
"Harus diakui demand pull dampaknya inflasi ada peningkatan, tapi tidak menafsirkan itu (pilpres), posisi dengan pileg jauh sekali," pungkas Rusman. [war/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !