Setelah LSI dan lembaga survei lainnya mendapat kecaman publik, kini giliran polling SMS yang disoroti. Masalahnya kinerja polling SMS tersebut mengesankan sebuah kinerja yang sistematik penyelenggara dalam memperjuangkan kemenangan capres yang didukungnya.
Adalah Tim Sukses Mega-Prabowo, Aria Bima, yang mengungkapkan adanya kejanggalan dalam polling SMS tersebut dalam acara Debat Capres yang ditayangkan MetroTV, Kamis (25/6). Kiriman SMS dari pendukung Mega-Prabowo, menurut dia, membutuhkan waktu cukup lama untuk diterima oleh penyelenggara polling. Sebaliknya, kiriman SMS yang mendukung SBY-Boediono lebih cepat diterima.
Menanggapi fakta tersebut Nadjwa Shihab sebagai host menjelaskan adanya masalah pada server penyelenggara polling SMS. Namun di tengah maraknya iklan kampanye satu putaran, permasalahan pada sistem server penyelenggara polling SMS dukungan capres pun patut dicurigai telah digunakan sebagai alat pembenaran pilpres satu putaran.
Apalagi menurut lembaga rating AC Nielsen acara Debat Capres mendapat rating tinggi. Jadi selain mendapat untung, penyelenggara polling pun turut mensosialisasikan kampanye pilpres satu putaran. Fakta ini pun menunjukkan betapa sistematik dan mengguritanya kinerja tim sukses dalam memperjuangkan kemenangan capres yang didukungnya.
Rianto Nugroho
ryanthonugroho@yahoo.com