INILAH.COM, Jakarta - Pernyataan SBY yang cenderung melemahkan KPK banyak menuai kritikan. Tim JK-Wiranto menyayangkan, SBY sebagai pemimpin negara tidak mnunjukkanb komitmennya terhadap pemberantasan korupsi. SBY dinilai tidak nyaman dengan keberadaan KPK saat ini.
"Itu menunjukkan ketidak nyamanan SBY dengan keberadaan KPK. SBY mengatakan seolah tanggung jawab KPK saat ini hanya kepada tuhan, itu menunjukkan SBY tak mengerti soal KPK. Karena KPK itu jelas bertanggung jawab kepada publik," ujar tim advokasi JK Win, Chairuman Harahap di Jakarta, Sabtu (27/6).
Menurut Chairuman, pernyataan SBY yang mengatakan KPK saat ini seperti lembaga superbody yang tak terkontrol, menunjukkan komitmen SBY soal pemberantasan korupsi menjadi blunder. Sebab, sudah sangat jelas bila KPK itu mendapat pengawasan dari BPK yang mengaudit keuangannya dan auditor independen yang mengaudit kinerjanya.
"KPK itu sejak awal tidak berada di luar kontrol. KPK itu juga sudah jelas sejak awal sebagai lembaga negara independen yang tidak tunduk kepada pemerintah. Tapi tetap KPK itu diawasi melalui audit keuangan dan kinerja tapi bukan oleh BPKP," jelasnya.
Dengan blundernya komitmen SBy terhadap pemberantasan korupsi, sambungnya, maka akan sangat mengancam elektabilitas SBY menjelang Pilpres 8 Juli ini. Sebab, selama ini SBY selalu mengklaim keberhasilan KPK sebagain keberhasilannya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !