INILAH.COM, Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) sedang mengkaji pembangunan pabrik di Sumatera Barat untuk menghadapi peningkatan konsumsi semen domestik yang diprediksi akan naik pada 2011 mendatang.
Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Sucipto kemarin di Jakarta. "Kami masih mengkaji waktu pembangunan serta kapasitas pabrik tersebut," katanya usai RUPS pekan ini.
Pembangunan pabrik baru ini dimungkinkan masuk dalam capex senilai US$ 1,2 miliar yang sudah disetujui pemegang saham. Sebab capex itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Jawa dan Sulawesi Selatan, serta pembangkit listrik di pabrik Semen Tonasa di Sulawesi Selatan.
Menurut Dwi Sucipto, pembangunan pabrik tersebut akan dikelola anak perusahaan, PT Semen Padang, karena lokasi pembangunan pabrik baru berada di wilayah perseroan. Rencana ini telah disetujui oleh pemegang saham perseroan dalam RUPS.
Perseroan saat ini menguasai 45 persen pangsa pasar, terbesar di industri semen domestik dan akan terus dipertahankannya, salah satunya dengan membangun beberapa pabrik baru. Walaupun dampak krisis ekonomi global pada pertengahan tahun lalu telah mengakibatkan turunnya konsumsi semen domestik hingga 5,8 persen pada kuartal pertama tahun ini, namun perseroan hanya mengalami penurunan sebesar 2,0 persen atau menjadi 3,78 juta ton.
Pada tahun lalu produsen semen BUMN ini membukukan laba bersih senilai Rp2,523 triliun atau mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya membukukan Rp1,7 triliun. Perseroan juga akan membagi dividen sebesar 50 persen dari laba bersih tahun buku 2008 senilai Rp1,26 triliun atau Rp215,19 per saham. [hid]