inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tim SBY-Boed Bantah Siarkan Herawati Katolik

Headline
Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono - inilah.com
Oleh: Avian Tumengkol
Senin, 29 Juni 2009 | 05:10 WIB
INILAH.COM, Medan - Meski telah diketahui siapa penyebar isu istri Boediono, Herawati Katolik. Namun, Tim Kampanye SBY-Boediono membantah pihaknya telah menyebarkan hal tersebut.

"Tidak benar pihak kami sengaja membagikan selebaran saat kampanye JK. Isu tersebut adalah bohong besar, mana mungkin kami mau menyebarkan selebaran yang merusak citra cawapres kami sendiri," jelas ketua tim kampanye SBY-Boediono Medan, Sumatera Utara, Rahmat Shah, Senin (29/6).

"Selebaran tersebut mungkin dibagikan oleh oknum-oknum pasangan capres yang tidak percaya diri bakal mampu menang pada pilpres untuk melawan SBY. Dan penyebar selebaran tersebut takut kalah bersaing dengan SBY" terangnya.

Ia mengatakan, siapapun tidak akan pernah menjelek-jelekkan pasangan capres-cawapres sendiri. Yang pasti pihaknya, selalu ingin menampilkan visi, misi dan berita yang terbaik untuk pasangan nomor urut dua tersebut.

"Hanya orang bodoh yang mau menghujat capres-cawapres sendiri. Intinya pasangan lain tersebut takut kalah dalam melawan pasangan SBY-Boediono," ujarnya.

Calon DPD terpilih ini mengharapkan kepada oknum-oknum tertentu, agar jangan menyebaran berita fitnah tersebut. Karena itu, ia menghimbau, agar masyarakat diberikan kepercayaan dapat memilih pasangan yang diinginkan. Bukan dengan cara memberikan selebaran yang dapat merusak SARA.

"Bersainglah secara sehat dan berkampanyelah secara janta," tandasnya. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
3 Komentar
naf @ Senin, 29 Juni 2009 | 11:34 WIB
saya sangat menginginkan ini cepat diusut agar tahu dan jelas siapa dalang dr semua ini.. saya ragu ini tim beye
Putra Cikeas @ Senin, 29 Juni 2009 | 08:18 WIB
Yah terang aja ngak Ngaku di situ kan kumpulan orang-orang Munafik. contoh lain memerintahkan ketua BPKP audit KPK sekarang di bantah...Buat apa jadi presiden kalau sekelilingnya adalah orang munafik, pengecut, pelacur intelektual yang tidak lebih baik dari pelacur jalanan
gakjelas @ Senin, 29 Juni 2009 | 08:10 WIB
Astaga, para pelaku politik di Indonesia ini sunggguh tidak dewasa. Tidak adakah isu lain yang bisa digunakan selain SARA? MENYEDIHKAN!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.