Senin, 28 Mei 2012 | 15:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Isu Herawati Katolik Lucuti Popularitas JK
Headline
Jusuf Kalla-Boediono - inilah.com
Oleh: Avian Tumengkol
web - Senin, 29 Juni 2009 | 08:02 WIB
INILAH.COM, Medan - Merebaknya isu istri Boediono, Herawati Katolik dalam kampanye tertutup JK pada 23 Juni lalu dianggap sebagai bentuk penyusupan lawan politik. Bobolnya 'pertahanan' pasangan nomor urut dua ini dapat melucuti popularitas JK.

"Selebaran tersebut membuat citra JK rusak, karena seolah pihak tim sukses JK-Wiranto-lah yang menyebarkan selebaran tersebut. Padahal tim sukses JK tidak ada punya niat membagikan selebaran," kata Ketua Partai Hanura Sumut, Musdalifah kepada INILAH.COM di Medan, Sumatera Utara, Senin (29/6).

Membagi-bagikan selebaran seperti itu kata Musdalifah, dapat membuat pasangan capres lain bakal buruk di mata masyarakat. Menurutnya, tim sukses JK selalu berkampanye secara santun dan selalu taat pada peraturan undang-undang pemilu.

"Karena dalam aturannya tidak dibenarkan menjelek-jelekkan pasangan sesama capres," lanjut Musdalifah.

Apalagi, tambahnya, berita selebaran yang dibagikan saat kampanye JK tersebut berbau SARA. Tim sukses JK merupakan orang yang santun dan tidak pernah mau memfitnah serta menjelek-jelekkan capres-cawapres lain.

"Karena tim sukses JK ingin bersaing secara sehat, bukannya memberikan selebaran yang dapat merugikan lawan saingnya," jelasnya.

Diungkapkan dia, kedepannya tim sukses JK akan lebih berhati-hati saat bekampanye. Agar kejadian seperti Herawati tidak terulang kembali.

Isu itu bermula ketika kampanye JK di Medan pada Kamis 23 Juni lalu. Dalam kampanye tertutup dengan pemuka agama se-Sumatera itu di Asrama Haji Medan, disebarkan foto copy artikel dari Tabloid Indonesia Monitor edisi 49 tahun 1, 3-9 juli 2009.

Artikel yang merupakan wawancara Habib Husein Al Habsy, yang berjudul 'Apa PKS tidak Tahu Istri Boediono Katolik' itu, kemudian disebarkan oleh salah satu oknum dalam kampanye JK. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
wongnepse
Senin, 29 Juni 2009 | 17:58 WIB
Katanya berpolitik santun, nyatanya??? Dulu SBY juga difitnah istrinya katolik, sekarang Budiono, besok siapa lagi hayooo... Nyatanya siapa yang memerintahkan penerapan sidik jari di pesantren? Memberangus buku2 timur-tengah .. Ya tokoh GOLKAR. LANJUTKAN SBY
Tambi
Senin, 29 Juni 2009 | 09:15 WIB
Kenapa team SBY-BUDI tidak melakukan somasi ke nara sumber yang mengeluarkan statement dan membiarkan isu tersebut tetap beredar di masyarakat tanpoa klarifikasi resmi?. Berarti bisa jadi isu tersebut benar atau salah, tetapi tetap dipertahankan team SBY-BUDI untuk menjebak capres lain menggunakannya atau menjebak capres lain seperti kejadian di Medan...
nino
Senin, 29 Juni 2009 | 09:00 WIB
Itu sih bukan selebaran, tapi tabloid!! gak usah ke medan di senen aja banyak tinggal beli Rp.3.000, saya aja punya kok!! dan beritanya juga tidak ada yang istimewa, headline nya cuma bertanya tidak menuduh kenapa mesti kebakaran jenggot????
jay
Senin, 29 Juni 2009 | 08:35 WIB
Penyusupan ?!!! gw liat sdr koq d dlm britanya dg gambar yg jelas org golkar bagi2 selebaran. lempar batu sembunyi tangan! GOLKAR sampai kiamat tetap aja ORBA yg oportunis.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.