inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

PKS Pilih Dulu, Alasan Kemudian!

Oleh:
Senin, 29 Juni 2009 | 08:47 WIB
Berulang kali email tentang alasan PKS memilih SBY tersebar di tengah publik. Jika kita amati, alasan partai dakwah ini mendukung SBY memang minim dan lemah. Salah satunya adalah PKS membutuhkan 'payung politik' untuk berdakwah. Sesimpel itukah?

Bila ini benar, pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah hanya SBY yang sanggup memberikan payung politik itu? Bukankah sejak lama payung politik tersebut berkembang? Bahkan pada masa pemerintahan Megawati, PKS bebas mengoptimalkan misi dakwahnya, sehingga suaranya mampu melonjak hampir 300% pada Pemilu 2004 lalu.

Lucunya pada penjelasannya, PKS lebih banyak menyerang Jusuf Kalla. Dikatakan dalam penjelasan tersebut, Partai Golkar adalah warisan Orde Baru. Salah seorang tokoh kunci Golkar adalah Sultan yang dekat dengan klenik. Lalu disebutkan juga JK tidak berdaya menghadapi peredaran majalah Playboy.

Lupakah PKS bahwa Jusuf Kalla pernah diundang secara resmi oleh PKS untuk membahas arah koalisi? Bahkan dalam pertemuan itu muncul pernyataan, jika Golkar menjadi lokomotif, PKS siap menjadi gerbongnya!

Mengapa PKS kini mengkritik Orde Baru hanya untuk memojokkan Jusuf Kalla? Bukankah PKS-lah yang telah menobatkan Soeharto sebagai pahlawan, bahkan meng-guru-bangsa-kan tokoh Orde Baru tersebut?

Soal klenik, lupakah mereka bahwa PKS pernah mendekati Gerindra untuk menjajaki koalisi? Bukankah salah satu tokoh Gerindra adalah paranormal Permadi yang pastinya dekat dengan klenik juga? Soal peredaran majalah Playboy, bukankah SBY yang lebih berwenang karena posisinya sebagai presiden?

Jika kita amati, terkesan PKS memutuskan mendukung SBY dulu , baru kemudian mencari alasan-alasannya. Hal ini ditunjukkan dari sikap PKS yang seperti kebakaran jenggot begitu SBY menetapkan Boediono sebagai cawapres, meskipun nama Boediono telah lama masuk dalam kandidat cawapres. Bukankah seharusnya PKS telah memperhitungkan nama Boediono jauh hari sebelumnya?

PKS bukan kumpulan malaikat! Itulah kalimat yang kerap diucapkan petinggi dan kader PKS setiap kali mereka terbentur masalah. Akankah kalimat tersebut kembali diucapkan?

Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
57 Komentar
sun @ Sabtu, 11 Juli 2009 | 20:06 WIB
klo PKS gini, aku jadi bingung mau kemana... masa jadi golput lagi sih. tolong dibenahi elit2 politiknya, tindak-tanduknya banyak yg bikin gerah. bikin bingung umat. padahal saya percaya sama kader2nya, tp yg diatasnya kok??? duh, bingung... gentle aja lah, klo salah ya minta maaf, bikin konferensi pers biar semua jelas. Biar semua clear, umat juga tenang. semoga masih sempat berbenah sebelum ditinggalkan... ayo PKS, yang berani dong, klo di jalan kebenaran tu gak ada kata kalah... tegaslah!!!
Hera @ Jumat, 3 Juli 2009 | 14:53 WIB
Assalaamu'alaikum Iya nih. PKS koq jadi kayak gini.
Abdullah Ihsan @ Jumat, 3 Juli 2009 | 14:17 WIB
Untuk urusan jilbab, mengapa sampai sekarang Tifatul hanya mengklarifikasi lewat SMS, sebagai petinggi partai seharusnya ia mengklarifikasi lewat media karena ucapannya itu dibaca lewat media oleh ratusan ribu orang, bahkan mungkin jutaan, masa yang jutaan yang tabayun ke Tifatul. dan jika Tempo salah seharusnya bisa disomasi bukanmalah dibilang kafir.
ilyas @ Rabu, 1 Juli 2009 | 16:43 WIB
tahun 2004 saya pilih PKS, tahun 2009 saya pilih PKS untuk tingkat I, dan partai lain untuk tingkat pusat. Untuk saya tidak pilih Caleg PKS untuk pusat karena PKS adalah partai pengkhianat kader, saya tidak akan pilih lagi PKS pada pemilu mendatang mulai dari 2014 sampai seterusnya. saya do'akan PKS hancur segera
ANTI NO 8 @ Rabu, 1 Juli 2009 | 12:49 WIB
PKS KU SAYANG, PKS KU KUTINGGALKAN.... PKS YG SEKARANG TERLALU ANGKUH UNTUK MELIHAT KENYATAAN BAHWA IA DITINGGALKAN ! LIHAT SAJA ELEKTABILITAS YG TIDAK NAIK2...BAHKAN PEROLEHAN KURSI TURUN DARI 59 MENJADI 57. SY MENJADI MUAK DENGAN PKS YG KEHILANGAN MILITANSI DAN MENJADI LEBIH MODERAT/TERBUKA HANYA DEMIS SEBUAH CONTRENGAN PKS KAMI SAYAAAAANG,...PKS KAMI TINGGALKAN,..
hamba @ Rabu, 1 Juli 2009 | 08:05 WIB
sahabat simpatisan PKS ... kita berjalan di arena politik ... banyak isu yang ingin menjatuhkan kita ... knapa engkau termakan isu ... bukannya engkau bisa bertanya pada MR masing2 ?? sekedar referensi http://www.inilah.com/berita/2009/06/03/112270/bantah-pks-jilbab-loro-tak-by-design/
Ilham @ Selasa, 30 Juni 2009 | 17:11 WIB
Waktu seru-serunya ingin keluar dari koalisi dengan Demokrat jika berkoalisi dengan Golkar dan memilih JK jadi Wapresnya... Tanpa Golkar/JK, berharap agar PKS bisa jadi wapres... Alhasil SBY milih Boediono. Kasian Dehhh... Dengan terpaksa elitnya milih SBY karena sudah terlanjur dan pasti gengsi kembali ke JK. Itu mungkin peringatan Allah kalau elit partai PKS jangan membawa partai ini menjadi partai Opportunist. Ingat Anda membawa missi Islam dan Dakwah. Tp sy percaya bahwa akar rumput PKS akan lebih memilih JK-WIRANTO.
Sula @ Selasa, 30 Juni 2009 | 14:49 WIB
@Sul, Yono & teman2 PKS di sini, ada baiknya jika anda dapat mengakses atau tahu hujah yang disampaikan di dalam internal partai, dapat anda sampaikan dalam forum ini. Insyaallah kita semua sedang mencari kebenaran.... Terdapat syarat untuk taat pada qiyadah/pimpinan, anda dapat membaca cuplikan sejarah Amirulmukminin Umar Bin Khattab di http://www.republika.co.id/berita/58453/Kepercayaan_Umat atau di http://darisrajih.wordpress.com/2008/05/12/salman-al-farisi-pencari-kebenaran/. Bagus juga bagi kita Umat Islam untuk membaca Sirah Nabawiyah dan para Khulafaur Rasyidin, agar kita dapat mengambil ibrah darinya. Wallahu 'alam
ESQ165@CHANEL @ Selasa, 30 Juni 2009 | 13:39 WIB
KOMUNITAS ESQ165, mendoakan, mendukung dan insya ALLAH akan memilih HAJI MUHAMMAD JK menjadi imam dan memimpin negeri ini. AMIN
Kasibun @ Selasa, 30 Juni 2009 | 11:54 WIB
Saya pikir sudah tepat pilihan PKS untuk bergabung bersama partai yang lahir pada Era Reformasi dari pada bergabung dengan peninggalan Orde Baru dan Orde Lama, ( PDI-P dan Golkar ),. saya lihat PKS ini genius dan pandai menempatkan diri, tidak terlalu ambisius untuk mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden kalau pencapaian kursinya belum sampai 20 %,.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.