Sabtu, 26 Mei 2012 | 08:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Oleh:
web - Kamis, 1 Januari 1970 | WIB
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
sun
Sabtu, 11 Juli 2009 | 20:17 WIB
klo saya sbg orang awam gampang aja mikirnya, klo ada isu tinggal klarifikasi, masalah orang mau terima ato gak ya terserah. contoh nih, paling males klo denger para koruptor yg ketangkep, giliran ditanya ttg kasusnya jawabnya cuman "biarkan waktu yg menjawab". halah, malas bgt. klo mang g salah, bilang aja dong, kecuali klo memang bener, biasanya malu, terus ngeles, bahasanya diputar-putar, kebiasaan yg buruk... be gentle dong!
kompormleduk
Rabu, 1 Juli 2009 | 16:54 WIB
kalo ane pribadi nggak bakalan dukung orang yang tauhidnya aja udah beda ...jadi kagak nyambung
anti no 8
Rabu, 1 Juli 2009 | 07:19 WIB
ane tidak akan lelah memperjuangkan islam, tp ane lelah dan muak dgn PKS...sadarlah PKS !
Muhajiddin
Selasa, 30 Juni 2009 | 09:29 WIB
Pertaruhkan citra? merasa punya citra, astaghfirullah. PKSlah yang pertama kali mengusung isu agama keranah pilpres, setelah senjata makan tuan PKS kedodoran sendiri menghadapinya. Memang jamaah PKS dikenal sbg jamaah yang loyal, tapi mereka secara individu dituntun oleh hati nurani mereka. Hati nurani itulah yang akan menggerakkan jemari mereka pada saat pencontrengan nanti.
jack
Senin, 29 Juni 2009 | 14:09 WIB
Kalau diperhatikan, semenjak PKS berkoalisi dengan PD untuk memenangkan SBY-Boediono, sikapnya asalan saja danngawur, jadi jangan mimpi kalau PKS mau memperjuangkan Islam.Lebih baik ganti saja dasar partai dengan paham sekuler jangan Islam lagi, sudah muak melihat kelakukan PKS.
Bayu Sudasman
Senin, 29 Juni 2009 | 12:34 WIB
Yang terpenting bagi pemilih adalah jangan mudah terbawa isu, isu itu bumbu dalam persaingan, belum tentu benar isu yang beredar ditengah masyarakat. Kalau memungkinkan selidiki kebenarannya dari pihak-pihak yang dapat dipercaya. Mari ajarkan berfikir rasional kepada para pemilih kita, agar tidak selalu menjadi bulan-bulanan elit politik.
muis
Senin, 29 Juni 2009 | 11:43 WIB
ada lagi dosen yang cari tenar lempar komen asal-asalan
fajri
Senin, 29 Juni 2009 | 11:30 WIB
Bung Fitriya Usman, apa maksud anda ? Orang mau klarifikasi kok dituduh penyebar isu, aneh nih orang, pake logika dari mana ?
pramono
Senin, 29 Juni 2009 | 11:06 WIB
sepertinya analisanya "ngasal" dan tanpa dasar
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.