INILAH.COM, Los Angeles - Edward Chernoff, pengacara yang mewakili dokter pribadi Michael Jackson membantah, kalau suntikan penahan rasa sakit menjadi penyebab kematian King of Pop.
Pengacara Dr. Conrad Murray itu juga menegaskan ketika ditemukan, denyut nadi Michael Jackson masih terdeteksi lemah ketika diraba.
Ketika masuk ke dalam kamar, menurut Chernoff, Murray sudah menemukan Michael Jackson dalam keadaan tidak sadar dan tidak bernafas.
"Ketika melihat Michael berbaring di tempat tidur, Michael sudah tidak bernafas. Tapi suhu badan Michael masih hangat dan nadinya lemah teraba," kata Chernoff kepada AP
Lalu, spontan Murray melakukan tindakan CPR, prosedur standar dalam pertolongan pertama, lanjut Chernoff.
Chernoff juga menjelaskan, bahwa Murray tidak memberikan Michael Jackson Demerol atau OxyContin.
"Tidak ada pemberian Demerol atau OxyContin. Dia hanya meraba nadi. Ketika nadi melemah, dia mulai melakukan CPR," jelas Chernoff.
Murray, lanjut Chernoff, satu-satunya orang yang menyarankan untuk segera melakukan otopsi kepada keluarga Michael Jackson. Hingga kini, dia tidak mengerti penyebab kematian Michael.
Penjelasan yang diberikan oleh pengacara dokter pribadi Michael Jackson memang sangat ditunggu banyak orang guna menjelaskan kepastian penyebab meninggalnya pencipta gerakan Moonwalk ini.
Sebelumnya beredar kabar dari pihak penyidik koroner Los Angeles, kalau penyebab kematian Michael Jackson akibat pemberian obat Demerol, sehari sebelum kematiannya. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !