INILAH.COM, Los Angeles - Sebelum meninggal, Michael Jackson pertama kali ditemukan dalam keadaan pingsan oleh anaknya, Prince Michael. Anak berusia 12 itu langsung memanggil Dr Conrad Murray untuk melakukan pertolongan.
Setelah memeriksa dan melihat Michael Jackson dalam kondisi kritis, Dr Conrad Murray tidak segera memanggil panggilan darurat ke 911.
Panggilan darurat justru datang dari Joe Jackson, ayah Michael, setelah mendapat telepon mengenai kondisi kritisnya Michael dari keamanan tempat tinggal Michael Jackson.
Menurut penuturan dari keluarga Michael Jackson, seperti yang dikutip dari New York Post, beberapa teman dan pegawai Michael Jackson kerap datang memberikan resep atau obat penahan rasa sakit.
Tidak jarang, jika sudah terlalu banyak mengkonsumi obat penahan rasa sakit, Grace Rwaramba, sang pengasuh anak-anaknya, harus memompa semua obat itu keluar dari perut Michael Jackson.
"Dia terbiasa mencampur semua jenis obat. Bahkan pada satu waktu, ketika kondisinya sangat buruk, dia meminta saya menjauhkan anak-anak dari dirinya. Dia tidak ingin anak-anak melihatnya dalam keadaan kesakitan. Dia hanya mau mengkonsumsi obat dan tidak mau makan," kata Grace
Menurut laporan, ada indikasi Michael Jackson mengkonsumsi dua jenis obat penahan rasa sakit sejenis narkotika yang sangat keras, yakni Dilaudid dan Vicodin, di luar dari Demerol,.
Michael juga kerap mengkonsumsi banyak obat-obatan. Obat lain yang kerap ia konsumsi adalah obat pelemas otot, Soma,, obat penenang Xanax dan obat antidepresi Zoloft. Michael juga mengkonsumsi Paxil untuk penghilang rasa cemas, dan Prilosec, pil obat mulas. [L1]