inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

DPR Pertanyakan Kenaikan Utang RI

Headline
Ahmad Hafiz Zawawi - ist
Oleh: Akhirul Anwar
Senin, 29 Juni 2009 | 12:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - DPR meminta penjulasan pemerintah dan BI soal posisi utang luar negeri yang cenderung naik. Sebab utang RI mencapai Rp 1.700 triliun per Maret 2009. Padahal pada Desember 2003 utang negara Rp 1.275 triliun.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi XI DPR RI, Ahmad Hafiz Zawawi dalam Rapat Kerja tentang posisi dan pengelolaan utang dalam rangka kesinambungan fiskal dengan anggota komosi XI di DPR RI Jakarta, Senin (29/6). "Rasio utang pada PDB turun, persoalannya apakah kita lanjutkan utang atau kurangi utang. Jadi untuk 5-10 tahun mendatang bagaimana kita kelola utang dengan baik," tegasnya

Pemerintah diwakili oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzeta dan BI diwakili Deputi Gubernur hartadi Sarwono.

Pada tahun ini, rasio utang terhadap PDB sebesar 39 persen. sedangkan pada tahun 2004 rasio terhadap PDB sekitar 57 persen.
"Utang banyak dibicarakan pada beberapa waktu belakangan, bahkan banyak dilontarkan dalam kampanye Capres," ujarnya.

Saat ini utang, lanjutnya, lebih banyak masuk ke hal politik daripasa ekomomi. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
harunsyah gumay @ Selasa, 30 Juni 2009 | 17:14 WIB
Hutang yang dilakukan oleh Negara jangan seperti mengelola perusahaan, semakin besar hutang managemen perusahaan semakin bangga. Hutang negara harus benar-benar jika diperlukan. Setiap hutang yang diterbitkan harus dijelaskan maksud dan tujuannya secara tegas dan rinci. Bila perlu pelaporan penggunaannya dapat diakses oleh masyarakat, serta setiap penerbitan hutang dibuat pelaporan penggunaanya secara terpisah
andra gumay @ Selasa, 30 Juni 2009 | 17:07 WIB
Pengelolalan dan pelaporan penggunaan utang negara perlu disusun lebih transparan agar tidak disalah gunakan atau disalah artikan. Harus diupayakan pelaporannya dapat mencerminkan effektivitas penggunaan hutang selain accountabel dan transparan. Selamat berhutang u/ membangun bangsa bravo Indonesia.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.