INILAH.COM, Jakarta - DPR meminta penjulasan pemerintah dan BI soal posisi utang luar negeri yang cenderung naik. Sebab utang RI mencapai Rp 1.700 triliun per Maret 2009. Padahal pada Desember 2003 utang negara Rp 1.275 triliun.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi XI DPR RI, Ahmad Hafiz Zawawi dalam Rapat Kerja tentang posisi dan pengelolaan utang dalam rangka kesinambungan fiskal dengan anggota komosi XI di DPR RI Jakarta, Senin (29/6). "Rasio utang pada PDB turun, persoalannya apakah kita lanjutkan utang atau kurangi utang. Jadi untuk 5-10 tahun mendatang bagaimana kita kelola utang dengan baik," tegasnya
Pemerintah diwakili oleh Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzeta dan BI diwakili Deputi Gubernur hartadi Sarwono.
Pada tahun ini, rasio utang terhadap PDB sebesar 39 persen. sedangkan pada tahun 2004 rasio terhadap PDB sekitar 57 persen.
"Utang banyak dibicarakan pada beberapa waktu belakangan, bahkan banyak dilontarkan dalam kampanye Capres," ujarnya.
Saat ini utang, lanjutnya, lebih banyak masuk ke hal politik daripasa ekomomi. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !