INILAH.COM, Teheran - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad meminta adanya pembuktian atas kematian Neda Agah-Soltah. Dia adalah gadis berusia 16 yang tewas tertembak dalam aksi unjuk rasa di Teheran yang memicu kecaman internasional.
"Banyak laporan yang dibuat mengenai kejadian yang sangat mengharukan ini dan disebarluaskan propaganda oleh media asing. Tampak jelas ada campur tangan dari musuh Iran yang ingin menyalahgunakan situasi politik dan mencemari citra bersih dari Republik Islam," kata Ahmadinejad dalam sebuah surat kepada Hakim Kepala Ayatollah Mahmoud Hashemi Shahroudi.
Untuk itu, Ahmadinejad meminta Shahroudi memerintahkan otoritas kehakiman membuktikan kematian gadis itu dengan sangat serius. "Juga mengidentifikasi serta menghukum setiap elemen di balik pembunuhan itu," kata dia dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh kantor berita ISNA.
Neda menjadi simbol bagi pihak oposisi yang memprotes terpilihnya kembali Ahmadinejad. Video kematiannya tersebar setelah sebuah tayangan video YouTube menunjukkan saat-saat terakhirnya ke seluruh dunia.[nuz]