inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

DPR Nilai Bunga Global Bond Ketinggian

Headline
Dradjad Wibowo - ist
Oleh: Akhirul Anwar
Senin, 29 Juni 2009 | 17:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penjualan obligasi valas (global bond) pemerintah yang memberikan yield 11,75 persen sangat memprihatinkan. Pasalnya, dengan bunga tersebut menguntungkan pembeli obligasi tersebut.

Demikian dikatakan Dradjad Wibowo, anggota komisi XI DPR RI dalam rapat kerja dengan Menteri Keuangan, Ketua Bappenas dan Bank Indonesia di gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6).

"Ini memprihatinkan. Seandainya butuh dolar AS, dalam negeri banyak yang bisa meminjamkan. kalau 11,75 persen bisa untuk investor berambut hitam, bukan bule rambut pirang," ujarnya.

Menurut Dradjad, pembeli obligasi tersebut betul-betul goyang kaki. Pemberian bunga yang terlalu tinggi juga telah terjadi beberapa kali. Dia mencontohkan, obligasi dalam negeri misalnya di Bank Mandiri yieldnya 2-3 persen, dan di Amerika hanya 1 persen. Sementara, di pemerintah Indonesia mendapat yield 11,75 persen.

"Ini goyang kaki betul, obligasi 100 persen jamin negara, sedangkan kalau perbankan hanya Rp2 miliar yang dijamin negara," jelas Dradjad.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan yield yang diberikan sebesar 11,75 persen karena tergantung suasana dan kondisi.

"Yield 11,75 persen setiap kali menerbitkan utang, yield bergerak sesuai suasana dan transaksi," ujar Sri Mulyani.

Sementara pemerintah untuk bisa men secure financing Luar Negeri, maka tetap harus diterbitkan. Untuk saat ini yield global bond bisa turun antara 6-7 persen. "Keputusan krisis harus tetap dilakukan," tegas Sri Mulyani. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.