INILAH.COM, Ambon, Maluku - Calon presiden M Jusuf Kalla mengatakan perdebatan soal pemberian jaminan untuk proyek listrik 10 MW bukan persoalan marah kepada Boediono atau etis atau tak etis, tetapi menyangkut prinsip pengelolaan ekonomi bangsa.
"Ini bukan soal saya marah atau tidak (pada Boediono). Tetapi ini soal prinsip pengelolaan ekonomi negara. Ini soal konsep ideologi ekonomi," kata Capres M Jusuf Kalla dalam penerbangan dari Ternate, Malut menuju Ambon, Maluku, Senin (29/6).
Pernyataan Kalla ini menanggapi jawaban Capres SBY yang menilai Capres JK dinilai tak etis mengemukakan soal penolakan Boediono untuk memberikan jaminan bagi proyek listrik 10 ribu MW.
Menurut Kalla, ada satu pihak yang tak mau menjamin kalau untuk kepentingan rakyat. Tetapi, tambah Kalla, di sisi lain justru mau menjamin penuh kalau kepentingan kapitalis besar.
Kalla menjelaskan saat itu Boediono selaku Menkeu tidak bersedia memberikan jaminan untuk proyek listrik 10 MW padahal proyek listrik 10 MW adalah untuk kepentingan rakyat.
Kalla mengatakan di sisi lain justru ada keinginan untuk mengeluarkan penjaminan perbankan (blanket guarantee). "Saya keras menolak itu. Ini sangat berbahaya bagi bangsa ini kalau pemikiran seperti ini terus-menerus dikembangkan," kata Kalla dengan nada tinggi.
Kalla mengatakan ternyata keputusan penolakannya untuk menyetujui pemberiaan blanket guarantee terbukti saat ini benar.
"Coba kalau saat itu kita setujui blanket guarantee, pasti sudah terjadi BLBI jilid II. Bisa sampai dua ratus triliun kerugiannya," kata Kalla.
Kalla menjelaskan, setidaknya tiga kali dewan Gubernur BI termasuk Boediono datang ke kantor Wapres untuk meminta persetujuannya soal blanket guarantee.
"Kata Boediono, itu atas perintah Presiden SBY. Tetapi saya tetap tak mau jamin," tandas Kalla.
Kalla menjelaskan persoalan ini harus diungkapkan kepada masyarakat karena hal ini menyangkut prinsip pemikiran ekonomi bangsa. "Ini persoalan prinsip berpikir, kalau untuk kepentingan rakyat tak mau jamin. Listrik ini untuk kepentingan rakyat. Tetapi kalau untuk kepentingan kapitalisme besar selalu dijamin," kata Kalla dengan tegas. [*/cms]