INILAH.COM, London Jejaring dunia maya ternyata bisa ngadat hanya karena ulah satu orang. Hal ini dibuktikan saat Michael Jackson meninggal. Tersebarnya berita tersebut secara online, membuat trafik kunjungan melambung berkali-kali lipat hingga tidak bisa diakses.
Jacko menutup mata pada Kamis (25/6) sore hari waktu setempat. Kabar kematiannya pertama kali diungkap oleh situs TMZ.com, spesialis berita showbiz. Tak berselang lama, situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter menyebarluaskan berita showbiz terbesar sepanjang tahun ini.
Keingintahuan publik pada berita bersejarah ini, membuat kunjungan pada beberapa situs berita online mengalami peningkatan berkali-kali lipat. Bahkan, berita dengan kata kunci Michael Jackson sempat tidak bisa diakses oleh masyarakat di beberapa situs.
"Pada 26 Juni, Google News kesulitan mencari berita dengan kata kunci Michael Jackson selama 40 menit. Saat itu, Google Trends mengatakan berita Jackson bak gunung berapi yang meletus," ujar seorang Jubir Google, seperti dikutip CNET beberapa waktu lalu.
Kegagalan Google memenuhi keingintahuan pengguna internet akan berita Jacko, membuat mereka beralih ke situs lain. Media pertama yang mereka tuju adalah TMZ, situs pertama yang melaporkan kematiannya. Namun setali tiga uang, traffick situs ini ternyata juga sangat padat.
Jutaan penggemar di seluruh dunia akhirnya menyerbu blog Perez Hilton yang terkenal dengan kabar-kabar selebritis Hollywood-nya. Namun, lagi-lagi Perez Hilton angkat tangan karena tidak bisa memenuhi pengunjung yang membludak.
Hanya dalam waktu sejam, CNN melaporkan terjadi peningkatan trafik harian mereka pada hari kematian Jacko. Jumlahnya bahkan lima kali lipat yang biasa mereka peroleh dalam sejam, yakni 20 juta pageview sejam setelah berita kematian Jacko tersiar.
Tingginya animo masyarakat bahkan membuat sulitnya akses ke beberapa situs. Wikipedia, situs yang beritanya bisa diedit penggunanya ini langsung penuh.
Halaman Wiki mengenai Michael Jackson diedit hampir 500 kali dalam waktu kurang dari 24 jam. Penggemar menuliskan kematiannya dan menambahkan beberapa detil. Wikipedia akhirnya menyatakan halaman mereka temporarily overloaded dan tak bisa diakses.
Halaman utama Twitter, bahkan hanya bisa menampilkan gambar paus. Ilustrasi itu muncul saat situs sedang error atau tak bisa diakses. Akibatnya, Twitter harus menutup situs mereka hingga lonjakan trafik pulih.
Hal serupa dialami Los Angeles Times, portal berita yang mengkonfirmasikan kematian Jacko pertama kalinya. Situs LA Times bahkan menyatakan aplikasi untuk chatting melalui AOL instant messenger itu sempat down selama 40 menit.
"Inilah tonggak sejarah baru dalam dunia internet. Mungkin inilah sejarah tertinggi untuk trafik internet mobile," tutur Penasihat Konsumen AOL, Regina Lewis.
Menurut Lewis, berita itu merupakan satu-satunya penyebab internet down. Pasalnya, pengguna terus memantau headline berita tentang Jacko dari mana saja dan kapan saja. Ponsel pun menjadi alternatif pilihan selain PC.
Ia menuturkan, skala kebesaran puncak trafik ini memang belum terukur, namun polanya sama. Hal semacam ini kerap terjadi pada berita kematian selebritis, terutama yang melegenda seperti Jacko. Apalagi situs jejaring sosial juga mempermudah aktivitas penyebaran berita.
"Masyarakat menginginkan berita terbaru dan berlomba menjadi yang tercepat dalam membaginya ke pengguna lain, yang kemudian bereaksi terhadap berita itu. Dalam kasus kematian, mereka merasa harus membuat pujaannya tetap hidup dengan foto dan video," papar Lewis.
Jumat (27/6) waktu setempat, trafik internet situs-situs berita internasional sudah mulai berjalan normal. Namun, situs penggemar Jacko, mjfanclub.net masih berjalan lambat, pertanda trafik pengguna masih padat.
Selain beritanya paling dicari, kematian Jacko juga menimbulkan rumor-rumor aneh. Ini juga salah satu faktor yang menambah kepadatan trafik. Salah satunya adalah penyebab kematian mendadaknya yang cukup misterius. Terbukti dari reaksi pihak keluarga yang merasa perlu meminta otopsi kedua.
Seorang pengguna Wikipedia bahkan menuliskan king of pop dibunuh secara brutal oleh kakaknya, Tito, yang menjeratnya dengan kabel mikrofon. Dalam suasana haru biru, rumor apapun langsung dipercaya masyarakat. Saat inilah peran media profesional yang besar sangat berarti, terutama dalam mengkonfirmasikan desas-desus itu kepada pihak berwajib.
Internet memang media yang mampu menyebarluaskan berita dengan kecepatan yang hampir sama dengan komunikasi mulut ke mulut. Namun tetap saja tidak luput dari kesalahan. Bagaimanapun semua ini kembali pada pembaca. [E2]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !