INILAH.COM, Jakarta Perkembangan BlackBerry di Indonesia sangat pesat. Tapi sayangnya 85% handset BlackBerry di Indonesia adalah produk ilegal atau BM. Selain jaminannya tidak jelas, operator juga tidak bertanggung jawab pada pengguna BlackBerry BM.
GM Sales XL Handono Warih memperkirakan dari total perangkat BlackBerry di Indonesia 85% adalah produk illegal atau BM (black market). Meskipun dari satu sisi menguntungkan operator karena menambah jumlah pelanggan, tapi BlackBerry BM juga bisa menimbulkan masalah.
Kalau ada masalah atau update software, XL tidak memberikan purna jual kepada BlackBerry BM, kata Handono di Jakarta, kemarin. Ia menyebutkan XL tetap melayani meskipun konsumen menggunakan perangkat black market yang ilegal. Operator tidak melanggar hukum, karena hanya sebatas sebagai penyedia layanan.
BlackBerry BM banyak beredar di Indonesia dipicu harganya yang lebih murah. Sementara RIM belum dipastikan akan menyediakan BlackBerry yang khusus untuk negara berkembang.
Menurut Handono, booming BlackBerry belum mencapai puncaknya. BlackBerry masih akan terus berkembang pesat hingga dua tahun ke depan. Sementara XL hingga akhir 2009 menargetkan memiliki 150 ribu pelanggan.
Dari segi ARPU, layanan BlackBerry bisa diandalkan operator. Di saat ARPU layanan voice dan SMS terus turun, ARPU BlackBerry menunjukkan trend stabil. Bahkan justru menunjukkan kenaikan. ARPU BlackBerry saat ini mencapai di atas Rp 200 ribu.
Penjualan BlackBerry BM di pusat perbenjaan ponsel terbesar ITC Roxy Mas terus marak. BlackBerry banyak dicari karena masyarakat sedang demam Facebook. Toko Intel Cellular rata-rata menjual empat hingga lima BlackBerry per hari. Sementara toko Sanjaya Cellular mampu menjual dua hingga tiga BlackBerry per hari.
Mengenai BlackBerry BM, pedagang di Yellow Phone Selular Rudi mengatakan BlackBerry di Indonesia memang belum ada distributor resminya, kecuali yang dijual oleh operator telekomunikasi sehingga menjadi tidak jelas antara yang resmi dengan yang BM.
Pedagang mendapatkan BlackBerry BM dari distributor, sementara garansi yang diberikannya hanya garansi toko selama satu tahun. Harga rata-rata BlackBerry BM yang dijual di ITC Roxy Mas adalah Rp 6,5 juta untuk Bold 9000, Rp 4,55 juta untuk Javelin 8900, Rp 5,6 juta untuk Storm 9500, Rp 3 juta untuk Curve 8310, dan Rp 4 juta untuk tipe 8320.
Sementara Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memberikan waktu paling lama satu bulan agar produsen BlackBerry RIM membuka kantor cabang atau service center di Indonesia. Bila RIM tidak segera bertindak, maka sertifikasi BlackBerry bisa distop.
Jika sertifikasi itu distop, otomatis menutup kemungkinan perangkat BlackBerry dapat diimpor masuk ke Indonesia. Humas Depkominfo, Gatot S Dewa Broto mengatakan RIM masih meminta waktu untuk mempertimbangkan bentuk perwakilan yang paling sesuai di Indonesia, apakah dalam bentuk sales service, sales representatif, atau bentuk lain.
Depkominfo meyakinkan pemakai BlackBerry agar tidak perlu khawatir handsetnya tidak berfungsi akibat kebijakan tersebut. Penghentian lisensi hanya akan mempengaruhi BlackBerry yang akan diimpor masuk ke Indonesia.[E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !