Sabtu, 26 Mei 2012 | 08:18 WIB
Follow Us: Facebook twitter
The Tarix Jabrix 2 Diharapkan Lebih Sukses
Headline
Oleh:
web - Selasa, 30 Juni 2009 | 01:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Produsen film The Tarix Jabrix 2 berharap film yang mengisahkan tentang kehidupan geng motor itu akan lebih sukses dibanding yang pertama The Tarix Jabrix.

Executive Producers The Tarix Jabrix, Fiaz Servia, mengatakan, dibuatnya film The Tarix Jabrix 2 adalah untuk mewujudkan keinginan penonton yang menginginkan film yang dibintangi lima personel grup band Changcuter itu diproduksi lagi.

"Keinginan pemirsa yang disampaikan melalui e-mail, pesan singkat (SMS) dan media lainnya itu telah kami wujudkan dengan film yang kedua, dan kami berharap akan lebih sukses dari film sebelumnya The Tarix Jabrix 1," kata Fiaz dari PT Kharisma Starvision Plus di Jakarta, Senin.

Dalam cuplikan film itu diceritakan, setelah menjadi geng motor yang eksis di Kota Bandung, anggota eksklusif geng The Tarix Jabrix sekarang sudah beranjak dewasa.

Cacing (Tria), Mulder (Dipa), Dadang (Erick), Ciko (Alda) dan Coki (Qibil) telah menyelesaikan sekolahnya di SMA.

Geng mereka nyaris dipisahkan oleh seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), karena Cacing diterima di Surabaya, Mulder di Bali, Ciko di Padang, Coki di Bandung, sedangkan Dadang di Irian.

Cacing mengusulkan supaya The Tarix Jabrix Hijrah dan kuliah bersama di Jakarta, dan mereka pun sepakat terkecuali, Dadang yang harus tetap tinggal di Bandung membantu ayahnya, Rohim (Sellen Fernandez) di bengkel Sugema yang baru pindah.

"Sengaja film The Tarix Jabrix 2 ini dibuat bertepatan dengan kelulusan SLTA yang akan memasuki bangku kuliah," kata Hanung Bramantyo, Co Producer The Tarix Jabrix.

Ia mengaku sangat tertarik terhadap urbanisasi karena bagi masyarakat daerah memiliki cara pandang tersendiri terhadap Kota Jakarta.

"Jakarta merupakan suatu misteri bagi masyarakat di daerah seperti yang digambarkan dalam film yang dibintangi Ishak dan Ateng 'Kejamnya ibukota tak sekejam Ibu tiri'," katanya.

Hanung sengaja membuat film itu untuk memberi semangat kepada masyarakat daerah yang memiliki tekad kuat untuk maju dan berjuang di Jakarta.

Tarix Jabrix juga dapat menjadi cermin bagi orang Jakarta yang mulai kehilangan persaudaraan, kepekaan sosial, seperti gotong royong, ronda, dan toleransi serta kasih sayang terhadap sesama.

"Selain menjadi tontonan dan hiburan pada musim liburan, film ini juga terkandung di dalamnya pesan moral yang cukup dalam," katanya.

Idbal Rais sutradara film Tarix Jabrix 2 mengaku tidak kesulitan dalam mengarahkan personel film tersebut.

"Semuanya sudah seperti keluarga sehingga tidak ada kesulitan dalam proses pembuatannya yang hanya sekitar tiga minggu itu," katanya. [*/L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.