INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (30/6) diprediksi melanjutkan penguatan seiring positifnya bursa Eropa dan Amerika serta terdongkraknya harga-harga komoditas. Rekomendasi untuk BUMI adalah trading buy.
Ukie Jaya Mahendra, Head of Asset Management PT Paramitra Alfa Sekuritas mengatakan penguatan saham BUMI seiring rebound-nya pasar Eropa dan future indeks di Amerika. Selain itu, harga-harga komoditas sudah kembali merangkak naik.
Namun demikian, pelaku pasar masih menunggu pengumuman inflasi Juni yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2009. Karena itu, penguatan BUMI tidak akan melampui level psikologis Rp 2.000 per lembar.
"Pergerakan saham BUMI hari ini bisa menguat tembus level tertinggi kemarin, Rp 1.940 dan bergerak ke level Rp 1.960. Untuk support terdekatnya berada pada level Rp 1.800, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/6) malam.
Pada perdagangan Senin (29/6) saham BUMI ditransaksikan menguat 10 poin ke level Rp 1.890 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 1.880. Harga tertinggi BUMI mencapai Rp 1.940 dan terendahnya Rp 1.880. Sedangkan volume transaksinya mencapai 168,7 juta unit senilai Rp 320,5 miliar dan frekuensi 4.745 kali.
Kembali Ukie menuturkan, jika level Rp 1.960 bisa ditembus, BUMI berpotensi mengarah ke level Rp 2.000. Namun, level Rp 2.000 tidak akan tertembus hari ini. Saya pikir mungkin BUMI menguat di atas Rp 2.000 setelah pengumuman inflasi, tandasnya.
Inflasi rendah bermakna positif bagi pergerakan indeks dan BI rate berpeluang dipangkas kembali. Jika inflasi masih terkendali year on year sebesar 6% akan sangat positif bagi pergerakan IHSG termasuk BUMI, ujarnya.
Untuk hari ini Ukie memprediksi pergerakannya akan tipis karena pelaku pasar masih wait and see terkait rilis inflasi. Sementara IHSG ada kecenderungan kuat untuk naik pada perdagangan hari ini.
Ukie merekomendasikan beli untuk BUMI selama harga saham sejuta umat ini berada di bawah Rp 2.000. Investor pun direkomendasikan untuk mengoleksinya jangka menengah-panjang. Buy on weakness untuk dikoleksi jangka panjang, ucapnya.
Sedangkan untuk harian, BUMI direkomendasikan trading buy. Jika menembus level support, investor harus beli dan keluar pada saat rebound. Untuk trading buy masih bisa, bebernya.
Namun demikian, Ukie mengingatkan pelaku pasar untuk mengantisipasi cum pembagian dividen BUMI. Menurutnya, dividen sebesar Rp 50 atau 2,5% dari harga saat ini bisa menjadi penggerak saham produsen batubara thermal ini.
Pada saat mendekati cum biasanya menjadi pengerak BUMI. Artinya investor harus mengantisipasinya dengan membeli saham sejuta umat ini sebelumnya, pungkasnya. [E1]