Minggu, 27 Mei 2012 | 10:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jika Tembus 1.960, BUMI Menuju 2.000
Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh: Ahmad Munjin
web - Selasa, 30 Juni 2009 | 05:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Selasa (30/6) diprediksi melanjutkan penguatan seiring positifnya bursa Eropa dan Amerika serta terdongkraknya harga-harga komoditas. Rekomendasi untuk BUMI adalah trading buy.
Ukie Jaya Mahendra, Head of Asset Management PT Paramitra Alfa Sekuritas mengatakan penguatan saham BUMI seiring rebound-nya pasar Eropa dan future indeks di Amerika. Selain itu, harga-harga komoditas sudah kembali merangkak naik.
Namun demikian, pelaku pasar masih menunggu pengumuman inflasi Juni yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Juli 2009. Karena itu, penguatan BUMI tidak akan melampui level psikologis Rp 2.000 per lembar.
"Pergerakan saham BUMI hari ini bisa menguat tembus level tertinggi kemarin, Rp 1.940 dan bergerak ke level Rp 1.960. Untuk support terdekatnya berada pada level Rp 1.800, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (29/6) malam.
Pada perdagangan Senin (29/6) saham BUMI ditransaksikan menguat 10 poin ke level Rp 1.890 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 1.880. Harga tertinggi BUMI mencapai Rp 1.940 dan terendahnya Rp 1.880. Sedangkan volume transaksinya mencapai 168,7 juta unit senilai Rp 320,5 miliar dan frekuensi 4.745 kali.
Kembali Ukie menuturkan, jika level Rp 1.960 bisa ditembus, BUMI berpotensi mengarah ke level Rp 2.000. Namun, level Rp 2.000 tidak akan tertembus hari ini. Saya pikir mungkin BUMI menguat di atas Rp 2.000 setelah pengumuman inflasi, tandasnya.
Inflasi rendah bermakna positif bagi pergerakan indeks dan BI rate berpeluang dipangkas kembali. Jika inflasi masih terkendali year on year sebesar 6% akan sangat positif bagi pergerakan IHSG termasuk BUMI, ujarnya.
Untuk hari ini Ukie memprediksi pergerakannya akan tipis karena pelaku pasar masih wait and see terkait rilis inflasi. Sementara IHSG ada kecenderungan kuat untuk naik pada perdagangan hari ini.
Ukie merekomendasikan beli untuk BUMI selama harga saham sejuta umat ini berada di bawah Rp 2.000. Investor pun direkomendasikan untuk mengoleksinya jangka menengah-panjang. Buy on weakness untuk dikoleksi jangka panjang, ucapnya.
Sedangkan untuk harian, BUMI direkomendasikan trading buy. Jika menembus level support, investor harus beli dan keluar pada saat rebound. Untuk trading buy masih bisa, bebernya.
Namun demikian, Ukie mengingatkan pelaku pasar untuk mengantisipasi cum pembagian dividen BUMI. Menurutnya, dividen sebesar Rp 50 atau 2,5% dari harga saat ini bisa menjadi penggerak saham produsen batubara thermal ini.
Pada saat mendekati cum biasanya menjadi pengerak BUMI. Artinya investor harus mengantisipasinya dengan membeli saham sejuta umat ini sebelumnya, pungkasnya. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.