INILAH.COM, New York - Kepercayaan investor kembali tumbuh oleh kenaikan harga minyak, sehingga mendongkrak indeks pada hari terakhir kuartal II 2009.
Saham-saham energi, industri, dan material, menarik indeks untuk bergerak lebih tinggi lagi, investor melihat peluang pada sektor-sektor di atas terkait pemulihan ekonomi.
Bursa meningkat tajam pada awal perdagangan. Investor mulai percaya diri akan terjadinya pemulihan ekonomi dan terus mencari tanda-tanda kongkrit pemulihan ekonomi.
Menjelang berakhirnya kuartal II pada Selasa (30/6), beberapa manajer investasi melakukan aksi beli untuk mendongkrak pendapatan mereka.
"Saya rasa ada sedikit sentimen dari window dressing berakhirnya kuartal II, dan juga dari naiknya harga minyak," ujar chief market strategist Banyan, Robert Pavlik. Harga minyak naik US$ 2,33 menjadi US$ 71,49 per barel pada New York Mercantile Exchange.
Pada perdagangan Senin (29/6), Dow Jones naik 90,99 poin (1,1%) menjadi 8.529,38. S&P 500 naik 8,33 poin (0,9%) menjadi 927,23 dan Nasdaq naik 5,84 poin (0,3%) ke 1.844,06.
Adanya sentimen berupa Hari Kemerdekaan yang akan terjadi Jumat ini, akan menambah jumlah data ekonomi yang masuk pekan ini.
President of Mogaveero, Lee & Co., Doreen Mogavero, menyatakan indeks akan bergerak ketat, karena investor terus menanti sinyal-sinyal pemulihan ekonomi. "Kami akan lihat apakah pemulihan akan benar-benar terjadi," ujarnya.
Di lain sisi, FTSE 100 naik 1,3%, DAX naik 2,3%, dan CAC-40 naik 2%. Sedangkan Nikkei secara rata-rata turun 1%. [mre/cms]