Dalam kasus selebaran tentang istri Boediono Katolik yang beredar di tengah kampanye JK di Medan, ada dua tuduhan Rizal Mallarangeng pada JK. Pertama, JK mengetahuinya dan harus bertanggung jawab. Kedua, JK telah mendiskreditkan umat Katolik Indonesia.
Tentu saja tuduhan tersebut sangat tendensius dan tidak mendasar! Pertama, isu istri Boediono Katolik diberitakan oleh tabloid Indonesia Monitor. Pertanyaannya mengapa tim SBY membiarkannya dan tidak mensomasi tabloid tersebut?
Kedua, Rizal sendirilah yang melebarkan isu agama istri Boediono ke arah pendiskreditan umat Katolik. Karena tabloid tersebut hanya mengatakan agama istri Boediono Katolik dan tidak melakukan pendiskreditkan pada umat Katolik.
Terakhir, bukankah tim SBY sendiri yang menyebarkan selebaran tersebut? Inilah gaya klasik SBY, memfitnah lawan sekagus mendzolimi diri sendiri, seperti yang pernah ia lakukan pada Megawati pada 2004 lalu. Dengan taktik ini, lawan jatuh, simpati pun didapat.
Tebar pesona dalam kampanye oke-oke sja. Tebar klaim pun tak masalah. Tapi tebar fitnah? Sebaiknya jangan.
Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com