inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tahukah Rizal Fitnah Itu Lebih Kejam?

Oleh:
Selasa, 30 Juni 2009 | 09:16 WIB
Misteri di balik beredarnya selebaran istri Boediono Katolik di tengah kampanye JK kini semakin tersingkap. Lambat tapi pasti, tudingan Rizal Mallarangeng bahwa JK berada di balik kasus tersebut pun semakin mentah.

Penyebaran berita tabloid Indonesia Monitor edisi 49 tahun I/3-9 Juni 2009 berisi wawancara Habib Husein Al Habsy yang berjudul Apakah PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik? ternyata dilakukan berdasarkan perintah dari salah satu Tim Pemenangan SBY-Boediono.

Paling tidak, begitulah menurut pengakuan Zein Ginting, sang pelaku. Saya pendukung SBY. Saat SBY kampanye (pemilihan legislatif) di Lapangan Merdeka, saya membawa 300 massa, ujar Adi.

Adi tak sendiri. Dalam mengedarkan selebaran itu, ia beraksi bersama dua rekannya. Adi menyebarkan 130 lembar selebaran yang mendorong Tim Pemenangan SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mendesak calon presiden Jusuf Kalla untuk meminta maaf.

Menyimak fakta di lapangan, Rizal seharusnya mempertimbangkan dampaknya dulu sebelum melontarkan statement politik. Justru kabar ini telah membawa kabar burung kepada khalayak ramai, tanpa memikirkan akibat dari apa yang ia perbuat.

Itu kan fitnah namanya! Apakah Rizal tidak tahu bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan? kata Ketua Umum Jaringan Kerjasama Indonesia Ali Ahmad.

Seharusnya Rizal menanyakan terlebih dahulu kepada tabloid Indonesia Monitor atas pemberitaan itu untuk mensomasi surat kabar tersebut, bukan kepada Jusuf kalla!

Selain itu, adat ketimuran juga harus dikedepankan oleh Rizal. Karena kita tinggal di Indonesia yang sarat dengan adat ketimuran. Mungkin karena Rizal terlalu lama tinggal di Amerika, sehingga ia lupa sedang tinggal di negara yang jelas berbeda dengan Amerika?

Heru Lianto
heru_lianto@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
11 Komentar
mat_ican @ Selasa, 30 Juni 2009 | 18:32 WIB
Apa yang ada dibenak RM & gangs sebenarnya untuk kepentingan pribadi semata. Ybs. berupaya agar selalu eksis mengingat 2014 tokoh muda mulai tampil. Namun yg dilakukan tdk pake akal & logika sehat. Semua cara dihalalkan. APA SIH YANG KALIAN SUDAH PERBUAT UNTUK BANGSA INI ??? Perang ?? Sedekah utk orang miskin ?? NOL BESAR ..!!! Bahkan PS yg kalian hinakan itu pernah bertempur untuk NKRI. Lima tahun tidak lama, jangan harap kelakuan kalian akan terlupakan begitu saja...........
arya @ Selasa, 30 Juni 2009 | 16:15 WIB
ini anggota dewan pakar Indonesia Monitor dari website resmi www.indonesia-monitor.com. Dewan Pakar: Mohammad Sobary, Bondan Gunawan, FAISAL BASRI, Yudi Latif, ANDRIANOF CHANIAGO. saya rasa publik mengenal sebagian dari dewan pakar sebagai pihak yang mendukung capres yang justru dijelekan oleh tabloidnya sendiri...padahalkan tidak mungkin sebagai anggota dewan pakar mereka tidak tau ada berita yang disebarkan tabloidnya sendiri....hehehe jadi sudah semakin jelas siapa yang membohongi siapa...dan sudah jelas hasil penelitian menunjukkan tim nomor 2 paling banyak melakukan negative campaign tehadap personalitas calon yang lain (seperti yg dilakukan RM)....coba dibanding2kan dengan kasus papua lagi..padahal jelas kalo dipapua yang lakukan timnya sendiri sedangkan di Medan dilakukan oleh penyusup...gimana mau sama... ya tapi masyarakat sudah taulah kan memang SBY-Berbudi (dalam bahasa palembang)...... Salam Rasionalitas
Anak Riau @ Selasa, 30 Juni 2009 | 15:00 WIB
Saya tunggu rizal ke Riau saya sebagai anak Riau keturunan Bugis sangat malu sikap Rizal di Tv yg slalu menyerang JK apa yg telah diperbuat Rizal untuk bangsa ini kalau dibandingkan JK
jack @ Selasa, 30 Juni 2009 | 13:42 WIB
maaf beribu kali maaf bila tidak berkenan, saya pikir orang seperti Rizal Malaranggeng dan Andi Malaranggeng ini harus dijauhkan dari lingkaran kekuasaan dan pergaulan bangsa Indonesia, karena sifatnya yang menghalalkan segala cara dan mau benar sendiri, sangat pintar memutar balik fakta, serta yang pasti tidak mau menghargaio orang lain.
Wan Sjahminan @ Selasa, 30 Juni 2009 | 11:36 WIB
Pepatah melayu : "Tangan mencencang bahu memikul" itulah sifat seorang kesatria. LANJUTKAN
Harapan @ Selasa, 30 Juni 2009 | 10:59 WIB
Iya, tidak berpikir dahulu. Mungkin ingin dinilai cepat sama bosnya, tapi oops, salah tindakan.
adhe_tolaki @ Selasa, 30 Juni 2009 | 10:23 WIB
heheheheee......... susah emang kalo udah kekuasaan yang jadi tujuan, apapun dilakukan, termasuk dalam menyampaikan pendapat dan statement demi memperbaiki citra kandidat yg didukung, Islam mewajibkan kepada kita umatnya untuk selalu melakuan "tabayun" terhadap setiap berita/informasi yang masih diragukan sumbernya.
ana @ Selasa, 30 Juni 2009 | 10:15 WIB
Begitulah kekuasaan yang bicara,tapi ga nyadar bhw kuasa Tuhan ga bisa dikalahkan,Insyaflah... dari statement RM jelas sekali ingin menjatuhkan JK,Tapi maaf sebagai rakyat sdh bisa menailai dan cepat lambatnya mereka2 akan jatuh ke jurang yang nista.(Maaf kalo tidak berkenan)
Pemuda Muhammadiyah @ Selasa, 30 Juni 2009 | 10:07 WIB
Penjarakan Rizal Malarangeng...Lanjutkan!!!
Qucliq @ Selasa, 30 Juni 2009 | 09:34 WIB
ckckckcccc.... semakin tidak sopan dan kasar permainan tim kampanye incumbent yahh...??
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.