Misteri di balik beredarnya selebaran istri Boediono Katolik di tengah kampanye JK kini semakin tersingkap. Lambat tapi pasti, tudingan Rizal Mallarangeng bahwa JK berada di balik kasus tersebut pun semakin mentah.
Penyebaran berita tabloid Indonesia Monitor edisi 49 tahun I/3-9 Juni 2009 berisi wawancara Habib Husein Al Habsy yang berjudul Apakah PKS Tidak Tahu Istri Boediono Katolik? ternyata dilakukan berdasarkan perintah dari salah satu Tim Pemenangan SBY-Boediono.
Paling tidak, begitulah menurut pengakuan Zein Ginting, sang pelaku. Saya pendukung SBY. Saat SBY kampanye (pemilihan legislatif) di Lapangan Merdeka, saya membawa 300 massa, ujar Adi.
Adi tak sendiri. Dalam mengedarkan selebaran itu, ia beraksi bersama dua rekannya. Adi menyebarkan 130 lembar selebaran yang mendorong Tim Pemenangan SBY-Boediono, Rizal Mallarangeng, mendesak calon presiden Jusuf Kalla untuk meminta maaf.
Menyimak fakta di lapangan, Rizal seharusnya mempertimbangkan dampaknya dulu sebelum melontarkan statement politik. Justru kabar ini telah membawa kabar burung kepada khalayak ramai, tanpa memikirkan akibat dari apa yang ia perbuat.
Itu kan fitnah namanya! Apakah Rizal tidak tahu bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan? kata Ketua Umum Jaringan Kerjasama Indonesia Ali Ahmad.
Seharusnya Rizal menanyakan terlebih dahulu kepada tabloid Indonesia Monitor atas pemberitaan itu untuk mensomasi surat kabar tersebut, bukan kepada Jusuf kalla!
Selain itu, adat ketimuran juga harus dikedepankan oleh Rizal. Karena kita tinggal di Indonesia yang sarat dengan adat ketimuran. Mungkin karena Rizal terlalu lama tinggal di Amerika, sehingga ia lupa sedang tinggal di negara yang jelas berbeda dengan Amerika?
Heru Lianto
heru_lianto@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !