INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan rupiah hari ini cenderung wait and see meski ada kecenderungan melemah tipis. Pasalnya, investor masih akan menunggu pengumuman inflasi dan ekspor impor Juni yang diumumkan pada awal Juli nanti.
Pada perdagangan Selasa (30/6), rupiah dibuka pada level Rp10.200 per dolar AS atau menguat 15 poin dibanding penutupan kemarin di 10.135. "Rupiah wait and see terhadap rilis inflasi yang diprediksi 5 persen kan sebelumnya 6,4 persen. Investor cenderung melihat inflasi," ujar pengamat pasar valas, Sunarto Sudarmo ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (30/6).
Menurutnya, hari ini rupiah cenderung melemah untuk taking posisi dengan prediksi inflasi turun, BI rate turun dengan cepat.
Sementara, dolar AS yang melemah terhadap major currency mendorong pergerakan rupiah. Dow Jones yang menguat cukup tinggi diharapkan dapat mendorong IHSG dan membantu pergerakan rupiah. Hari ini rupiah diperdagangkan antara 10.150 - 10.250. [war/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !