INILAH.COM, Riyadh Sebuah tawaran menarik ada di Riyadh, Saudi Arabia. Para pemuda akan diberikan pesta pernikahan mewah secara gratis. Syaratnya, mereka harus berhenti merokok. Wih!
Jika Anda dalam beberapa waktu terakhir mengunjungi Riyadh pasti akan dengan mudah menemukan spanduk mengenai tawaran itu. Spanduk itu, seperti dilansir BBC, Selasa (30/6), bertuliskan,Tinggalkan kebiasaan (merokok) Anda, pernikahan di depan mata.
Tawaran ini sontak mengundang ratusan pria tertarik mengikuti sayembara yang digelar lembaga nonprofit Purity. Termasuk mereka yang baru saja memulai kebiasaan merokok. Apalagi, pemenangnya juga akan diberi terapi selama tujuh hari menghentikan kebiasan merokok.
Pemenang utama sayembara ini akan diumumkan pada 6 Agustus mendatang. Sementara 20 orang runner-up akan mendapatkan hadiah perlengkapan rumah tangga berupa mebel.
Namun, hal ini tak urung juga menimbulkan kritik dari sejumlah pihak. Mereka menyebut sayembara ini sangat bernuansa gender dan menghilangkan kesakralan pernikahan.
Pihak penyelenggara membantahnya. Mereka mengatakan, tujuan sayembara itu mulia karena ingin mengampanyekan antirokok. Sebab, dari 27,6 juta penduduk Saudi, seperempatnya merupakan perokok aktif.
Faktanya, masyarakat membicarakan kampanye antirokok ini. Berarti, kami telah memiliki andil untuk menyebarkan pesan itu, kata juru bicara penyelenggara Salem al-Majdali.
Bagi pria Arab, mempersiapkan pesta pernikahan akan mengeluarkan biaya yang sangat tinggi. Sehingga, banyak di antara mereka yang harus menunda pernikahan hingga usia lanjut karena tidak sanggup membayar mahar bagi calon mempelainya. [nuz]