INILAH.COM, West Sussex - Usia 49 tahun, ibu dari 7 anak, dan jatuh cinta pada teman puteranya. Itulah Marilyn Buttigieg, yang tega menceraikan suaminya dan menikahi pemuda teman anaknya yang berusia 16 tahun.
Marilyn tahu bahwa rasa cintanya pada pemuda bernama William itu salah. Namun dia tidak kuasa untuk menahan rasa itu. Pernikahan 20 tahun dengan suaminya pun berujung perceraian.
Hinaan pun harus diterima dari anak-anaknya sendiri yang merasa geli memiliki ibu yang tak tahu diri. Bahkan salah satu dari anaknya menyebut Marilyn sebagai paedophil.
"Saya sadar 30 tahun adalah jarak usai yang jauh, tapi William dan saya memiliki banyak kesamaan," ujar Marilyn yang memiliki 8 cucu, seperti dilansir The Sun, Selasa (30/6).
Marilyn pun tanpa malu-malu menceritakan kisah keduanya saat jatuh cinta. Saat itu, William yang saat ini berusia 19 tahun datang ke rumahnya. Saat itu anak Marilyn, Mark, memperkenalkan keduanya.
Wanita yang sebelumnya pernah menikah 2 kali itu awalnya tidak memiliki perasaan apa-apa. Namun selera humor William membuatnya bahagia. Lucunya, suami Marilyn dan anaknya selalu menggoda William telah jatuh cinta pada wanita hampir setengah abad itu.
Dan benar, suatu saat ketika keduanya sedang berada di dapur, William mengungkapkan perasaannya. "Saya sungguh menyukai kamu Marilyn, bukan sekadar teman," cerita Marilyn ketika 'ditembak' pemuda yang akrab disapa Will itu. Marilyn mengaku hanya bisa menarik nafas dan mengatakan hal serupa, namun pasrah bahwa hubungan mereka tidak akan bisa ke mana-mana.
"William dan saya semakin menumbuhkan rasa itu, hingga suatu hari aku sakit, saking lemahnya aku tidak bisa turun dari tempat tidur. William menggendongku dan saat itu kami berciuman," ujar Marilyn.
Sejak saat itu, mereka meneruskan kisah cinta mereka secara diam-diam. Agar tidak tercium yang lain, mereka bertemu di hotel. Dan setelah 5 bulan mereka pun bercinta.
Marilyn pada akhirnya menceraikan suaminya, Gary. Gary bersama anak-anak mereka keluar dari rumah mereka, dan William menjadi penghuni tetap di rumah tersebut.
Awalnya pasangan ini harus sabar dengan cemohan dari orang-orang sekitar yang memandang aneh. Keduanya hanya bisa menertawakan pandangan-pandangan sinis.
Namun semuanya berubah ketika keduanya memutuskan menikah. Keluarga Will dengan senang hati membantu persiapan pernikahan, sementara anak-anak Marilyn pun ikut sibuk mempersiapkan gaun, makanan, tempat dan lainnya. April 2008, William dan Marilyn resmi dinyatakan sebagai suami istri. [ana]