INILAH.COM, Jakarta - Dari hasil riset Strategy Public Relation, Mega Pro nyaris tak pernah menyerang JK Win, namun banyak menyentil SBY-Boediono. Kubu Mega Pro menilai, yang perlu dikritisi adalah hal yang memang perlu dikritisi.
"Saya rasa kita mengkritisi hal yang perlu dikritisi, dari masalah kemiskinan, pembangunan, ataupun yang lainnya. Jadi ya ditanggapi wajar-wajar saja selama masih sesuai dengan etika yang ada," ujar anggota Timkamnas Mega Pro, Maruarar Sirait kepada INILAH.COM, Selasa (30/6).
Menurutnya, pihak Mega Pro mengkritisi beberapa program pemerintahan yang dianggap tidak berpihak ke rakyat. Untuk program yang memang bagus, Mega Pro mendukung.
"Mega Pro juga tidak terlalu banyak menyerang karena kegiatan seperti ini harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan- kebutuhan yang mendesak saja, tergantung sejauh mana urgency-nya," jawabnya singkat.
Hasil analisa Strategy PR, berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap SBY-Boediono ternyata sumber terbesarnya dari JK-Win yaitu 52,1 persen dan dari kubu Mega-Pro sebesar 45,4 persen.
Sedangkan 85,1 persen berita yang bermuatan kampanye negatif terhadap Mega-Prabowo disumbang oleh kubu SBY-Boediono dan kubu JK-Wiranto hanya menyumbang tiga persen bagi kampanye negatif Mega-Prabowo.
Sementara itu, berita-berita yang berisi kampanye negatif terhadap JK-Win bersumber dari kubu SBY-Boediono dengan prosentase 79,8 persen dan dari kubu Mega-Pro hanya menyumbang 4,5 persen. Kesimpulannya Mega-Pro dan JK-Win hampir tidak pernah saling serang. [ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !