Senin, 28 Mei 2012 | 15:58 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Koalisi SBY Nganggur Karena Tak Solid
Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Raden Trimutia Hatta
web - Selasa, 30 Juni 2009 | 14:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Beberapa parpol mitra koalisi SBY-Boediono menyayangkan adanya dominasi yang dilakukan konsultan politik dalam pelaksanaan kampanye SBY-Boediono di daerah. Adanya dominasi itu, dinilai karena tidak solidnya mitra koalisi SBY sendiri.

"Ini menunjukkan Tim SBY-Boediono tidak yakin dengan kinerja mesin parpol yang tidak solid. Di lain pihak, ini menunjukkan hanya koalisi di atas kertas yang rapuh secara substansial, harusnya mereka sudah merancang sejak awal bersama-sama," ujar Wakil Direktur LP3ES Sudar Dwi Atmanto kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (30/6).

Sudar mengatakan, Tim SBY-Boediono itu selama ini terlihat serius dalam menggelar kampanyenya karena menjadikan kampanye sebagai bagian dari marketing politik. Sehinga, kalau mempercayakan kepada koalisi partai dikhawatirkan pesan yang ingin disampaikan SBY ke masyarakat tidak jelas sasarannya.

"Tapi dalam konteks kampanye dan komunikasi politiknya malah kesalahan terjadi pada kinerja konsultan politik. Dalam hal ini, Fox Indonesia juga masih melakukan blunder dengan mencoba menginterpretasikan model kampanye Amerika, tapi belum sadar kalau cara berkomunikasi rakyat Indonesia berbeda tingkat rasionalitasnya. Makanya yang terjadi adalah blunder-blunder politik," jelas Sudar.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Patrialis Akbar menyayangkan adanya kecenderungan dominasi konsultan politik SBY-Boediono dalam mengatur jadwal kampanye SBY. Hal itu mengakibatkan, di setiap kampanye SBY baik tertutup ataupun terbuka, tidak pernah sekalipun SBY melakukan pertemuan dengan para pengurus partai mitra koalisinya.

Nada serupa juga sempat dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok. Ia mengatakan, di internal Partai Demokrat sudah merasa resah dengan menuver-menuver yang dilakukan konsultan politik SBY. "Rizal itu telah dianggap merusak citra SBY, mungkin karena itu SBY-Boediono jadi yang paling banyak menyerang. Kita juga sudah minta agar Rizal mengubah gaya berkampanyenya," cetusnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.