INILAH.COM, Jakarta - Holding Group Bakrie PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengklaim telah melakukan restrukturisasi utang-utangnya sebesar Rp5,6 triliun.
Hal ini diakui Chief of Financial Director BNBR Eddy Soeparno yang disahkan oleh pemegang saham menjadi direktur keuangan BNBR menggantikan posisi Yuanita Rohali, Jakarta, Selasa (30/6). "Utang itu sudah closing sebelum kuartal I-2009," jelas Eddy di Jakarta, Selasa (30/6).
Lebih jauh, Eddy merinci restrukturisasi utang itu terdiri dari pertama, Rp4,26 triliun dari US$575 juta posisi utang ke Northstar Pasific Ltd pada periode Maret 2009. Utang ke Northstar tersebut terdiri dari beberapa opsi yakni apakah Northstar akan menjadi pemegang saham di BNBR dan konversi saham atau convertible bond. "Opsi ini masih dipelajari dalam 2-3 bulan ke depan," jelas Eddy.
Kedua, sebesar Rp1,4 triliun pada posisi Mei 2009. "Kedua utang tersebut jatuh tempo pada Januari 2012 dalam bentuk Medium Term Notes (MTN)," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama BNBR Ari Saptari Hudaya membeberkan pembicaraan mengenai opsi dengan Northstar diperkirakan menemukan titik temu pada September 2009 mendatang. "Kita belum deal saham mana yang akan diberikan, masih terus negosiasi," jelas Ari.
Ia pun menegaskan, negosiasi dengan Northstar akan dimasukkan dalam blue book atau buku biru direksi baru yang selesai dalam 2-3 bulan ke depan apakah negosiasi ini akan menguntungkan perseroan atau tidak. "Blue book itu berisi restrukturisasi utang, platform portofolio dan rencana perseroan ke depan," jelasnya.
Chief of Investor Relation Officer Dileep Srivastava mengakui, utang BNBR mencapai US$1,45 miliar menyusut 60% melalui refinancing, restrukturisasi dan pembayaran. "Kami percaya perusahaan akan tetap berkembang jika utang sudah selesai," tandasnya. [san/cms]