INILAH.COM, Jakarta - Keputihan adalah salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang kerap dialami perempuan. Keputihan tidak boleh dianggap remeh, karena bisa mengakibatkan kemandulan dan kanker.
Hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali seumur hidup, dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih .
Hingga kini cara yang paling tepat untuk mengatasi keputihan adalah mengonsumsi anti infeksi yang diresepkan dokter berdasarkan pemicu keputihan.
Tapi, sekarang berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, keputihan dapat diobati tanpa obat.
Metode itu adalah terapi ozon. Menurut penelitian, jika dilakukan rutin tiga kali seminggu, maka masalah seperti bau tak sedap, gatal-gatal, kemerahan yang diakibatkan oleh jamur, bakteri, virus, maupun parasit dapat diatasi.
Ozon yang digunakan adalah ozon buatan yang dibuat dengan metode dielectric barrier discharge. Jenis ozon medis yang dibentuk dari gas O3 berupa campuran O3 dan O2 (Oksigen murni 99,9 %), yang dialirkan melalui generator listrik berkekuatan tinggi dan diubah menjadi Ozon.
Metode terapi ozon sangat mudah dan sederhana, seperti menggunakan cairan pembersih. Dengan alat yang disebut vaginal insuflation, ozon dimasukkan ke saluran vagina, sesuai dosis yang dibutuhkan. Ozon ini berfungsi sebagai desinfektan yang mematikan pemicu infeksi di saluran vagina.
Tentu saja terapi ini hanya dapat dilakukan oleh dokter atau ahli terapi. Sebab seperti juga pemberian resep yang tidak tepat, jika dosis ozon yang digunakan tidak tepat alih-alih membaik, keputihan yang dialami bisa menjadi lebih parah. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !