INILAH.COM, Jakarta - Meski memacetkan lalu lintas, tapi cara Mega-Prabowo menutup kampanyenya di Jakarta dinilai sangat kreatif. Dengan menampilkan suasana desa, Mega Pro ingin menunjukkan diri sebagai pasangan yang memang pro rakyat.
"Itu kampanye yang kreatif, karena dengan menampilkan suasan pedesaan seperti itu merupakan upaya mentransformasikan visi kerakyatan dalam wujud visualisasi inti pro rakyat. Pedesaan itu kan mengingatkan pada rakyat biasa," ujar pengamat komunikasi politik UI Ibnu Hamad kepada INILAH.COM, Jakarta, Selasa (30/6).
Ibnu menilai, kampanye penutup Mega Pro yang digelar di Gelora Bung Karno itu merupakan upaya diferensiasi dengan pasangan SBY-Boediono yang menggunakan cara kampanye seperti Amerika. "Itu akan menimbulkan kesan kepada orang-orang yang melihatnya akan muncul impresi dan dari impresi itu diharapkan menghasilkan penguatan brand," katanya.
Soal efektivitasnya, sambung Ibnu, akan sangat bergantung kepada pesan-pesan yang disampaikan dalam orasi Mega dan Prabowo. "Selain itu juga sangat tergantung dari liputan media massa yang menggambarkan suasana kampanye seperti apa. Kampanye ini akan menimbulkan impresi pada level afeksi," jelasnya.
Dalam kampanyenya, Megawati dan Prabowo menyulap panggung stadion Gelora Bung Karno menjadi seperti pedesaan. Panggung itu dihiasi dengan bambu-bambu dan ilalang dengan dominasi warna kecoklatan. Sementara, kampanye SBY-Boediono selalu menampilkan suasana seperti kampanye Presiden AS Barrack Obama dengan dominasi warna biru. [mut]