Senin, 28 Mei 2012 | 15:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Wahab Dalimuthe: Saya Kena Getahnya
Oleh:
web - Selasa, 30 Juni 2009 | 16:39 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tersangka kasus selebaran terkait agama Boediono, Adi Ginting, menyebut hanya disuruh oleh politis PD, yakni Wahab Dalimunthe. Namun Wahab mengaku terkena getah dari orang yang namanya mirip.

"Saya ini terkena getahnya, karena saya tidak mengerti masalah selebaran. Ketika itu saya berada di Jakarta dan tahu-tahu ada berita bahwa saya penyebabnya," kata Wahab juga Ketua DPRD Sumut, di Bravo Media Center, Jakarta, Selasa (30/6).

Wahab Dalimunthe menjelaskan, namanya yang disebut-sebut saudara Adi Ginting bahwa selebaran itu atas perintah dirinya. Namun, dalam pemeriksaan polisi, Adui Ginting mengaku bahwa dana selebaran diberikan oleh Sukri yang juga bekas Tim Sukses Makmur Sunar Dalimunthe.

"Adi Ginting menghubungi saya dan mengaku yang menyuruh dirinya adalah Sukri atau salah satu tim Sukses JK-Win," ujar Wahab.

Kendati demikian, Wahab mengharap bahwa kasus ini segera diselesaikan dengan saling meminta maaf dari pihak Capres JK-Win.

"Bahwa, yang benar tetap benar yang salah tetap salah mari dan jangan sampai urusan polisi kalau bisa kita saling memaafkan," harap Wahab. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Muhammad Kafi
Rabu, 1 Juli 2009 | 09:53 WIB
kalau semua urusan hanya dengan kata "damai" lalu apa gunanya hukum??
Dian Imawan
Selasa, 30 Juni 2009 | 16:53 WIB
Biasanya yang hanya ingin proses kekeluargaan/jalan damai, dia yang sudah merasa terpojokan takut kebenaran terungkap. Dalam kasus besar seperti ini, bukan hanya kasus perorangan tp sudah menjadi kasus publik sangat salah jika hanya diputuskan lewat jalan damai. Saya kira jalur hukum harus tetap menggali siapa yang bersalah dalam hal ini, siapa dalangnya juga harus diseret dan diproses.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.