INILAH.COM, Comoros - Satu kesamaan kondisi ketika Airbus A330-200 Air France yang jatuh pada 1 Juni lalu dengan A310-200 Yemeni Air yang jatuh hari ini, yakni cuaca buruk. Apakah cuaca tak bersahabat kelemahan Airbus?
Bulan Juni ini dibuka dan ditutup dengan kecelakaan dua pesawat milik Airbus, produsen pesawat asal Prancis. Dalam kecelakaan pada 1 Juni lalu, unit A330-200 yang digunakan Air France jatuh di Samudra Atlantik, tak jauh dari lepas pantai Brasil.
Hari ini, Selasa (30/6), unit A310-200 milik Yemeni Air juga jatuh di Samudra Hindia, dekat Moroni, ibukota Kepulauan Komoros yang tak jauh dari Madagaskar. Di tempat itulah tim pencari berusaha mengumpulkan puing pesawat dan 153 jasad penumpang.
"Kondisi cuacanya memang sangat buruk, laut sedang ganas," kata pejabat aviasi Yaman, Mohammad Abdul Kader, seperti dikutip Reuters, Selasa (30/6). Situasi yang sama juga terjadi pada Airbus Air France, saat itu badai sedang mendera Brasil.
Jika pada kecelakaan pertama penyebanya diduga alat pengukur kecepatan error, kali ini pihak berwajib masih belum bisa menebaknya. Pihak Airbus sendiri masih belum berkomentar mengenai kecelakaan itu. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !