INILAH.COM, Jakarta - Lingkaran Survei Kebijakan Publik (LKSP) menyatakan bahwa mayoritas responden di DKI Jakarta menyetujui pelaksanaan Pilpres satu putaran pada 8 Juli 2009.
Hasil survei itu mengungkapkan, mayoritas responden sebesar 89,1 persen setuju terhadap pilpres satu putaran, 8,8 persen responden tidak setuju dan 2,1 persen responden menjawab tidak tahu.
"Responden yang setuju pilpres satu putaran ini tidak berasal dari responden pendukung pasangan SBY-Boediono, saja, tetapi juga dari kedua kandidat lain, yakni Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto," terang Direktur LSKP Sunarto Ciptoharjono, di Jakarta, Selasa (30/6).
Responden pendukung pasangan SBY-Boediono yang setuju Pilpres satu putaran sebesar 94,8 persen, responden pendukung Mega-Pro sebesar 73,8 persen dan 70,5 persen responden pendukung pasangan JK-Win.
Sedangkan penolakan pilpres satu putaran, hanya diikuti sebagian kecil responden pendukung tiga pasangan capres pada pilpres 2009, yakni responden pendukung JK-Win sebesar 29,4 persen dan responden pendukung Mega-Pro 21,4 persen.
Survei tersebut dilakukan pada 20-25 Juni 2009 dengan menggunakan sampel 440 responden di wilayah Jakarta dengan metode sampel acak bertingkat, tingkat kesalahan 4,8 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.
[*/ana]