INILAH.COM, Jakarta - Ajakan Denny JA untuk Pilpres Satu Putaran cukup banyak mendapat sambutan warga Jakarta. Survei LKSP menyebutkan warga Jakarta setuju satu putaran karena menghemat biaya.
Responden setuju satu putaran yang beralasan hemat tercatat 57,7 persen responden. Sementara yang ingin pemilu cepat selesai 18,3 persen responden, responden beralasan agar pemerintahan cepat terbentuk 12,2 persen, dan 10,1 persen responden khawatir jika pilpres ke putaran kedua akan terjadi konflik antar pendukung.
Sedangkan responden yang tidak menyukai pilpres satu putaran, 33,3 persen responden ingin lebih mengenal visi dan program calon presiden dan wakil presiden, 20,6 persen ingin calon yang dapat diterima semua rakyat, 20,6 persen mendapat calon terbaik, 17,5 persen masa kampanye yang pendek dan sisanya menjawab lainnya.
Survei tersebut dilakukan pada 20-25 Juni 2009 dengan menggunakan sampel 440 responden di wilayah Jakarta dengan metode sampel acak bertingkat, tingkat kesalahan 4,8 persen, serta tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Bachtiar Effendi, dalam kesempatan yang sama, mengatakan hasil survei ini tidak mewakili responden secara nasional.
"Saya sulit berkomentar dengan hasil survei ini karena hanya dilakukan di Jakarta, sehingga tidak mewakili responden pemilih secara nasional, karena isu satu putaran dua putaran ini tidak hanya terjadi di Jakarta saja melainkan seluruh wilayah Indonesia," terang Bachtiar. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !