INILAH.COM, Jakarta - Perkiraan realisasi belanja subsidi hingga akhir 2009 mencapai 129,5% atau Rp 160 triliun terhadap dokumen stimulus sebesar Rp 123,5 triliun.
Hal tersebut dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (30/6).
"Belanja negara sudah cukup baik, bahkan realisasi K/L dapat lebih tinggi hingga perkiraan tahun 2009," ujarnya.
Salah satu penyebab tingginya belanja subsidi dipengaruhi tingginya harga minyak dunia, yaitu US$ 70 dan volume konsumsi BBM semester II sebesar 18,8 juta kiloliter. Kemudian percepatan pencairan subsidi yang sejalan dengan penyelesaian peraturan pencairan subsidi ditambah realisasi dari subsidi pajak.
Sementara untuk realisasi belanja subsidi di semester I-2009 diperkirakan hanya 34,6% dari dokumen stimulus, atau setara dengan Rp42,8 triliun.
Ditambahkannya, realisasi subsidi energi sudah cukup tinggi (43,1%) berasal dari subsidi BBM 34,5% dan subsidi listrik 48% yang dipengaruhi oleh peningkatan harga minyak dunia. "Subsidi pangan mencapai target (50 persen) didukung oleh pembayaran tahap awal subsidi pangan dan subsidi pupuk mencapai 37 persen," jelasnya.
Selain itu, realisasi subsidi lainnya masih relatif rendah karena proses verifikasi dan penyelesaian peraturan pelaksanaan pencairan subsidi. [war/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !