inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bappenas Cari Utangan Bangun 4 Ruas Tol

Oleh:
Selasa, 30 Juni 2009 | 19:17 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sedang mengupayakan pinjaman luar negeri senilai 840 juta dolar AS ke sejumlah debitur bilateral untuk menutup kebutuhan pendanaan pembangunan empat ruas jalan tol di Jawa, Sumatera, dan Bali.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna di Jakarta, Selasa mengungkapkan, total pinjaman luar negeri didapat dari sejumlah usulan yang disampaikan Departemen Pekerjaan Umum tentang kebutuhan dukungan langsung pemerintah bagi pelaksanaan pembangunan proyek-proyek tol.

"Namun karena dukungan langsung ini terkendala kapasitas pagu pendanaan APBN untuk departemen terkait, maka pendanaan diusulkan melalui pinjaman luar negeri," katanya.

Menurut dia, sebagian pendanaan proyek tol tersebut harus dibiayai oleh pemerintah sebagai dukungan pemerintah langsung bukan guarantee sesuai dengan peraturan Departemen Keuangan yang mana harus dibiayai oleh anggaran yang dibiayai di departemen tersebut.

"Jika di departemen tersebut tidak ada anggaran maka akan dibiayai dengan pinjaman," katanya.

Dedy menyatakan, keempat proyek yang diusulkan didanai pinjaman luar negeri yakni ruas tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi senilai 476 juta dolar AS dengan panjang 60 kilometer, Cileunyi - Sumedang -Dawuan (Cisundawu) 395 juta dolar AS dengan panjang 58,50 kilometer.

Selanjutnya, ruas tol Solo-Kertosono senilai 300 juta dolar As, dan Sarangan - Tanjung Benoa 80-90 juta dolar AS dari kebutuhan investasi 149 juta dolar AS dengan panjang 7,70 kilometer.

Keempat proyek itu, lanjutnya, sudah masuk dalam daftar proyek infrastruktur yang layak didanai pinjaman luar negeri (blue book) 2009. Sementara negara/lembaga yang diharapkan sebagai debitur antara lain China, Korea Selatan, dan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Rencananya yang akan dibiayai Korea Selatan adalah adalah ruas Solo - Kertosono dan Sarangan - Tanjung Benoa bersama IDB. Sedang Cisundawu dan Medan - Kuala Namu direncanakan dibiayai pinjaman dari China.

"Untuk sementara itu masih kita bahas. Itu sudah masuk blue book semua. Kejelasannya, kalau sudah pemerintah Indonesia mengusulkan kepada pemerintah mereka. Sekarang baru di internal pembahasan bilateral di Bappenas. Bappenas dengan sumber dana, Korea dan China. Jadi dalam waktu dekatlah," katanya.

Sementara itu, Direktur Pusat Pengembangan Kerjasama Pemerintah Swasta Bappenas Bastary Pandji Indra mengatakan, Bappenas berharap agar revisi Perpres 67/2005 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur mendesak dipercepat mengingat fungsinya sebagai salahsatu prasyarat pencairan pinjaman Infrastructure Development Policy Loan (IDPL) III senilai 250-350 juta dolar AS.

"Penyelesaian perpres ini merupakan salahsatu prasyarat untuk dapat mencairkan program loan dari World Bank, JBIC, dan ADB dalam kerangka IDPL III. Nilainya sekitar 250-350 juta dolar AS," katanya.

Rencananya, pencairan IDPL III dilakukan pada Agustus mendatang sehingga pengesahan prasyarat berupa Revisi Perpres 67/2005 sudah harus dilakukan selambat-lambatnya akhir Juli ini.

"Dana ini juga direncanakan sebagai dana pendukung pembiayaan infrastruktur pada APBN 2009. Revisi perpres ini merupakan salahsatu persyaratan pencairan. Bila tak kelar, maka pinjaman juga mungkin tidak bisa dicairkan," ucapnya.

Diketahui, Bappenas telah menuntaskan revisi payung hukum pelaksanaan kerjasama pemerintah swasta dalam pengerjaan proyek-proyek infrastruktur pemerintah. Revisi juga sudah memuat usulan dari Departemen Keuangan, Kemenko Perekonomian, Departemen Pekerjaan Umum, dan Sekretariat Kabinet. [*/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.