INILAH.COM, Kudus - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan sebanyak 75 koperasi tidak aktif dari jumlah total 382 koperasi.
"Di Kudus ada sebanyak 75 Koperasi yang gulung tikar dari seluruh koperasi yang ada," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kudus, Djoko Indratmo di Kudus, Selasa (30/6).
Kebanyakan koperasi yang gulung tikar, menurut Djoko, disebabkan oleh bubarnya kepengurusan koperasi. Sebab lain, instansi yang menaunginya sudah berubah atau membubarkan diri.
Koperasi "Buah Print" yang beralamat di Jl. KH. Asnawi, Kecamatan Kota misalnya, dinyatakan tidak aktif karena pabrik rokoknya sudah membubarkan diri. "Anggota koperasi otomatis tidak ada karena bubarnya lembaga," ujarnya.
Oleh karena itu, Djoko selalu memberikan imbauan kepada yang mendaftar untuk mendirikan koperasi, agar memastikan keberlanjutannya. Pemerintah daerah setelah memberikan izin berdirinya sebuah koperasi sudah memberikan pendidikan mengenai perkoperasian tingkat dasar, sebagai bekal pengurus menjalankan koperasinya.
"Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Kudus juga mengirimkan delegasi untuk mengikuti pendidikan tentang perkoperasian tingkat lanjut yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi," pungkasnya. [*/bar]