INILAH.COM, Jakarta Ilmuwan telah berhasil memecahkan masalah lingkungan paling kontroversial selama beberapa dekade terakhir, kodok yang tidak memiliki kaki. Di seluruh dunia kodok mengalami bentuk kaki tidak sempurna atau bahkan hilang yang diperkirakan karena polusi kimia.
Berdasarkan tes pada katak, hilangnya kaki itu disebabkan oleh hal alami. Di akhir 1980-an dan awal 1990-an, peneliti mulai mendapat informasi sejumlah katak liar memiliki tambahan kaki, atau kaki yang tidak lengkap atau hilang sama sekali.
Ketidaksempurnaan ini langsung menjadi banyak perhatian. Setelah riset yang panjang, masalah itu lebih banyak disebabkan oleh parasit kecil yang disebut Riberoria trematodes.
Stanley Sessions, pakar ampibi dan profesor biologi di Hartwick College di Oneonta New York mengatakan, makhluk itu hidup di dalam katak dan secara fisik mempengaruhi sel yang mempengaruhi perkembangan kaki.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !