INILAH.COM, Jakarta - Perdagangan nilai tukar rupiah terjadap US$ di awal bulan ini menunjukkan penguatan signifikan. Rupiah dibuka pada posisi Rp 10.120 US$ atau menguat 87 poin dibanding penutupan kemarin di Rp 10.207 per US$.
Dikatakan pengamat pasar valas, Sunarto Sudarmo, sentimen positif di awal bulan menguntungkan rupiah. Diantaranya pengumuman inflasi hari ini yang diprediksi turun ke level 4 persen membuat rupiah terus menguat.
"Hari ini cenderung menguat karena akan dirilis data inflasi yang diprediksi turun, kemudian ekspor impor dan neraca perdagangan," ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, Rabu (1/7).
Sementara sentimen global, dolar AS hari ini konsolidasi terhadap major currency, dengan ini penguatan rupiah tetap terbuka. Ia memperkirakan perdagangan rupiah hari ini berkisar antara Rp 10.150 - 10.250 per US$. [war/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !