INILAH.COM, Jakarta - Fakta baru dimunculkan oleh kubu SBY-Boediono yang mengatakan si penyebar selebaran 'Istri Boediono Katolik' itu adalah dari kubu JK Win. Namun, kubu JK Win menduga ada intervensi yang dilakukan kubu SBY-Boed terhadap pelaku penyebar Selebaran itu.
"Sejak awal kita sudah tekankan sekali agar polisi memberikan perlindungan kepada Adi Zein Ginting yang menyebarkan selebaran fitnah itu, karena kami khawatir di intervensi seperti ini oleh tim SBY-Boediono," ujar Jubir Timkamnas JK Win Indra Jaya Piliang kepada INILAH.COM, Jakarta, Rabu (1/7).
Indra mengatakan, biasanya pihak kepolisian itu lebih mempercayai keterangan pertama dari saksi, ketimbang pengakuan kedua. Artinya, pengakuan Adi Zein yang mengatakn diperintahkan oleh tim SBY-Boediono akan tetap menjadi pegangan dasar pihak kepolisian.
"Keterangan pertama itu jauh lebih jujur, apa adanya dan jauh lebih masuk akal, dalm komunikasi kan begitu. Kalau ada keterangan kedua yang bertentangan dengan keterangan pertama, maka itu akan dianggap keliru," jelas mantan peneliti CSIS ini.
Sebelumnya, pelaku penyebar selebaran 'Istri Boediono Katolik', Adi Zein Ginting mengaku sebagai pendukung SBY-Boediono. Aksi penyebaran dalam kampanye tertutup JK di Medan itu pun dilakukannya karena diperintahkan tim sukses SBY-Boediono, Sukri dan Makmur Sunar Dalimunthe.
Sukri dan Makmur Sunar Dalimunthe dikabarkan adalah orang suruhan caleg Demokrat terpilih Wahab Dalimunthe. Namun, Wahab membantahnya dan menyatakan, Sukri adalah caleg dari Partai Hanura. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !