inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Fitch: Peringkat Bank Mayapada A-

Oleh:
Rabu, 1 Juli 2009 | 09:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Lembaga pemeringkat efek internasional Fitch Ratings menetapkan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Mayapada Internasional Tbk adalah A-.

Sementara peringkat individual di D atau E dan peringkat dukungan di angka 5, dengan prospek peringkat adalah stabil.

Menurut siaran pers Fitch Ratings di Jakarta, kemarin, menyatakan Fitch juga menetapkan peringkat obligasi senior rupiah yang berjangka waktu tiga tahun dan lima tahun yang diterbitkan oleh perusahaan pada tahun 2007 di A-(idn) dan obligasi subordinasi rupiah yang diterbitkan tahun 2005 dan 2007 di BBB+(idn).

"Peringkat yang diberikan mencerminkan tingkat modal yang cukup kuat, pendanaan deposito retail yang terdiversifikasi dan juga mempertimbangkan ukuran yang kecil serta indikasi penurunun kualitas pinjaman" kata Associate Direktur untuk tim lembaga keuangan Fitch di Jakarta, Julita Wikana.

Menurut dia, bank dikelola oleh manajemen yang berpengalaman dan fokus pada pinjaman usaha kecil maupun menengah (UKM) ke sektor perdagangan.

Mayapada memiliki eksposur yang cukup besar ke sektor properti yang terdiri dari pinjaman kepada pembangun dan kontraktor perumahan dan komersial yang kebanyakan memiliki jaminan dengan rasio pinjaman terhadap jaminan (LTV) sebesar 70%.

Pendanaan Mayapada cukup terdiversifikasi dimana 20 depositor terbesar mencapai sekitar 12% dari total pendanaan pada akhir Maret 2009.

Di samping itu, likuiditas cukup baik dengan aktiva likuid yang terdiri dari kas, obligasi pemerintah dan SBI meningkat menjadi 21% dari total aktiva pada akhir Maret 2009 (2008:15 persen) dibandingkan dengan tingkat pinjaman sebesar delapan persen.

Namun jumlah kredit bermasalah (NPL) meningkat menjadi 2,8 persen dari total pinjaman pada akhir kuartal pertama tahun 2009 (Q109) dari 0,5 persen pada tahun 2007 disebabkan oleh portofolio UKM dimana sektor trading terpengaruh oleh volume bisnis yang menurun karena pelemahan makro ekonomi. [cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.