INILAH.COM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan ada 27 efek yang dapat ditransaski marjin.
Hal ini dijelaskan Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI Supandi dan Kepala Riset dan Pengembangan Produk Sofia S. Dahlan dalam informasi ke BEI, kemarin.
Ada 7 saham baru yang masuk dalam efek yang dapat ditransaksi marjin adalah PT Bisi International Tbk (BISI), PT Berlian Laju Tanker Tbk, PT Indika Energy Tbk, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, dan PT Jasa Marga Tbk.
Inilah ke-27 efek transaksi marjin yakni PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Adaro Energy Tbk, PT Astra International Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bisi International Tbk, PT Berlian Laju Tanker Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Indika Energy Tbk, PT Indah Kiat Pulp&Paper Tbk, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, PT JasaMarga Tbk, PT Lippo Karawaci Tbk, PT PP London Sumatera Tbk PT Medco Energi International Tbk, PT Mitra Rajasa Tbj, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT United Tractor Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk.
Tujuh saham baru tersebut juga masuk dalam daftar efek yang memenuhi syarat untuk transaksi short selling sehingga ada 26 efek dari semula 19 efek. [san/cms]