Jumat, 25 Mei 2012 | 19:45 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JPPR: Bawaslu Bak Tukang Pos
Oleh: Larawana Intan
web - Rabu, 1 Juli 2009 | 11:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - KPU dan Bawaslu dinilai sama saja. Jika KPU dianggap tidak mampu menjadi penyelenggara pemilu, Bawaslu dikatakan seperti tukang pos.

"Bawaslu kesannya hanya tukang pos. Ketika sudah melapor ke polisi, maka bebas tugas," kata Deputi nasional JPPR Yusfitriyadi di kantor JPPR, Jakarta, Rabu (1/7).

Dilanjutkan Yusfitriyadi, pemilu 2009 penuh ketidakmampuan. Penyelenggara tidak mampu menjadi event organizer pemilu. Mulai dari daftar pemilih tetap (DPT) masih bermasalah sampai surat suara yang belum sampai ke kecamatan.

"Di kabupaten Sampang, praktis Panwas tidak bekerja dengan tepat. Kemudian seperti di Bangkalan, ada pelanggaran salah satu kontestan yang memasang aksesoris siangnya, malam langsung dicopot tetapi Panwas tidak melakukan apa-apa," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.