inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Fox Indonesia Humas yang Gagal?

Oleh:
Rabu, 1 Juli 2009 | 11:39 WIB
Dalam berbagai kesempatan di berbagai media kita membaca Fox Indonesia adalah konsultan politik SBY dan Partai Demokrat. Namun sepak terjangnya selama ini terkesan bukannya mendongkrak elektabilitas SBY, malah sebaliknya. Gagalkan Fox?

Fox Indonesia adalah perusahaan konsultan politik yang secara khusus mengarap sebuah pencitraan tokoh. Perusahan yang digarap oleh keluarga Malaranggeng ini menempatkan Choel sebagai CEO dan dua kakaknya, Rizal dan Andi, sebagai senior konsultan.

Rekam jejak dari senior konsultan ini, berdasarkan nformasi yang didapat, Rizal pernah membantu Megawati/PDI Perjuangan dalam Pencitraan Partai Baru dari PDI menjadi PDI Perjuangan dengan slogan Kita Sudah Bulat dan Moncong Putih-nya di tahun 2004.

Andi menjadi Sekjen Partai Demokrasi Kebangsaan dengan hasil pemilu 2004 tidak menembus angka ET 2,5 %. Pasca Pemilu 2004 Rizal mengembangkan Freedom Institute yang dibiayai oleh seorang pengusaha besar Indonesia yang berpolitik. Rizal meninggalkan PDK merapat ke Cikeas langsung mendapat peran sebagai Juru Bicara Kepresidenan.

Perjalanan politik para doktor lulusan Amerika ini semakin nampak cerah meski beberapa catatan unik menyertai mereka. Rizal mulai tampak ke permukaan ketika tampil sebagai sosok pembawa acara Save Our Nation di Metro TV yang berujung pada pencalonan dan pencitraan dirinya sebagai calon presiden dengan indentitas RM 09 nya.

Alih alih tidak ada tanggapan sebagai sosok yang layak menjadi pemimpin muda Presiden Indonesia, akhirnya ia lempar handuk dengan alasan rasionalitas politik: belum saatnya masyarakat menerima kehadirannya.

Pencitraan PAN oleh Soetrisno Bachir dengan tajuk Hidup adalah Perbuatan adalah salah satu kerja politik profesional yang digarap Rizal yang lain.

Andi semakin memantapkan menjadi duplikasi Menpen Harmoko dengan beberapa kesalahan statement mulai dari kecelakaan di jalan tol saat perjalanan SBY dari rumah Cikeas. Andi langsung mengatakan kesalahan kendaraan bermuatan barang yang pada kenyataanya setelah dilakukan penyidikan tertib operasi pengamanan yang kurang sempurna dilakukan oleh pengawal presiden.

Keluarga SBY tidak mengenal Artalita tersangka kasus suap yang ditangkap KPK, demikian kata Andi. Ternyata keluar foto salah satu pernikahan anak Artalita di mana SBY hadir dan berfoto. Masih ada beberapa kecelakaan kecil lainnya.

Tercatat dalam beberapa informasi disebutkan bahwa FI yang digawangi oleh Choel Malaranggeng yang didukung oleh Rizal M dan Andi M disebut sebagai konsultan politik partai Demokrat dan SBY. Tetapi dari informasi salah satu ketua DPP Partai Demokrat Jero Wacik, Fox hanyalah PR alias humas, bukan konsultan kampanye atau konsultan politik.

Hubungan masyarakat adalah seni menciptakan pengertian publik yang lebih baik, sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu individu/organisasi. Humas bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik, meyakinkan, meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.

Humas selanjutnya diharapkan untuk membuat program-program dalam mengambil tindakan secara terencana dalam upaya-upayanya mempertahankan, menciptakan, dan memelihara pengertian bersama antara organisasi dan masyarakatnya.

Menunjuk pada tugas sebagi humas di mana fungsinya membawakan performa SBY sudah merupakan trade mark atau brainded SBY sebagai sosok yang flamboyan, santun, pendiam, dan tidak reaktif , maka FOX telah gagal membawa citra SBY sebagai sosok yang flamboyan, santun, pendiam, dan tidak reaktif.

Fenomena terakhir muncul dengan pernyataan Ketua DPP PAN Patrialis Akbar. Bahwa: Di internal selama ini memang mempermasalahkan sikap Rizal Mallarangeng. Rizal itu merusak citra SBY, mungkin karena itu SBY-Boediono jadi yang paling banyak memberikan penjelasan.

Pernyataan ini masih ditimpali pula oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok: SBY-Boediono sedikit sekali menyerang. Yang paling banyak itu justru datang dari tim suksesnya.

Berdasarkan riset dari 1.689 berita dalam kurun 1 Juni hingga 22 Juni 2009 dari delapan koran terbitan Jakarta dan tiga media online, SBY-Boediono mendapat serangan kampanye negatif sebanyak 163 kali dan menyerang 128 kali. Sedangkan Jusuf Kalla-Wiranto 89 kali menyerang dan diserang. Megawati-Prabowo menyerang sebanyak 78 kali dan diserang 67 kali.

Apabila benar Fox Indonesia hanya sebagai humas, maka menjadi sangat wajar bila keberadaanya ditinjau kembali, karena terbukti telah menurunkan elektabilitas SBY. Dengan kata lain Fox Indonesia gagal mengelola dengan baik informasi, mendidik, dan meyakinkan untuk meraih simpati.

suryokoco adiprawiro
suryokocolink@yahoo.co.id
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
4 Komentar
Pry Wong Gresik @ Jumat, 3 Juli 2009 | 16:45 WIB
TOLONG DONG BERITA INI SAMPAIKAN KE BARA HASIBUAN. SUPAYA GAK NGEYEL....
Pry Wong Gresik @ Jumat, 3 Juli 2009 | 16:33 WIB
Terus gemana SBY, jika tidak memenangi pilpres...!
igun mustafa @ Rabu, 1 Juli 2009 | 21:52 WIB
makasih atas kerja kerasx membantu menurunkan ekstabilitas pak SBY N BOED,jadi JK-WIN nggak perlu repot2...FOX INDONESIA LANJUTKAN....
GINTING @ Rabu, 1 Juli 2009 | 17:51 WIB
FOX TELAH BERHASIL MENGANGKAT PRESIDEN MENJADI MIE INSTAN
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.