Senin, 28 Mei 2012 | 16:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Keluarga WNI Kru Yemeni Air Tunggu Kepastian
Oleh:
web - Rabu, 1 Juli 2009 | 11:47 WIB
INILAH.COM, Denpasar - Keluarga dari Rika Dwi Margaretha (22), kru pesawat Yaman yang mengalami kecelakaan di di Kepulauan Komoro, masih menunggu kepastian kabar mengenai musibah yang menimpa anak mereka.

"Kami sekeluarga di Magetan sekarang cemas karena belum ada kepastian bagaimana nasib adik kami yang bekerja di maskapai penerbangan itu sebagai pramugari," kata Syifa'i Asa, salah seorang keluarga Rika, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, Suyono, ayah Rika bersama keluarga yang lain saat ini berkumpul di rumahnya, di Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Magetan, Jatim untuk menunggu kabar mengenai perkembangan dari kecelakaan tersebut.

Ibu Rika, yakni Dwi Nuryanti saat ini bekerja di Hongkong dan belum dipastikan apakah ia sudah tahu mengenai kecelakaan yang menimpa anaknya tersebut.

"Kami sudah dihubungi oleh pihak maskapai dari Jakarta tadi malam. Setelah itu kami berusaha menghubungi Deplu RI untuk menanyakan kabar ini, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kami juga berusaha menghubungi kantor maskapai penerbangan itu kembali di Jakarta, tapi tidak ada kabar juga," ucapnya.

Ia menjelaskan, Rika yang merupakan lulusan sekolah pramugari di Yogyakarta itu baru bekerja di perusahaan yang juga berkantor di Jakarta tersebut sejak sekitar setahun yang lalu.

Asa bercerita, begitu mendengar kabar tersebut, seluruh keluarga di Magetan langsung melaksanakan salat sunah dan berdoa bersama untuk memohon agar Rika diberi pertolongan keselamatan.

"Kami berdoa semoga ada keajaiban yang bisa menyelamatkan Rika. Lebih dari itu, kami juga mohon agar pejabat pemerintah dan maskapai bisa segera memberikan keterangan mengenai perkembangan dari kecelakaan ini," ujarnya.

Kantor berita AFP sebelumnya melaporkan bahwa sebuah pesawat Airbus A330-200 yang dioperasikan maskapai penerbangan milik negara Yaman, Yemenia Air, yang lepas landas dari Paris menghilang di antara wilayah Yaman dan Komoro dengan 147 penumpang di dalamnya, kata satu sumber di bandara.

Pesawat itu meninggalkan bandara Paris, Charles de Gaulle Senin, dan melakukan penerbangan menuju Marseille dan kemudian Sanaa, di Yaman, sebelum mengarah ke Moroni.

Pesawat tersebut, yang rencananya akan mendarat di ibukota kepulauan Lautan Hindia pada pukul 23.00 pada Senin waktu setempat itu, lenyap dari layar radar. [*/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.