inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Saham BUMI Siap Pimpin Penguatan

Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh: Asteria
Rabu, 1 Juli 2009 | 13:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah ekspektasi inflasi yang terkontrol, akan berimbas pada pergerakan saham Grup Bakrie. PT Bumi Resources (BUMI) pun diperkirakan akan memimpin penguatan saham-saham kelompok tersebut.

Pengamat pasar modal dari PT Indomitra Securities, Aji Martono, mengatakan bursa Indonesia masih akan bergerak naik dipicu oleh ekspektasi tingkat inflasi yang terkendali. Kendati harga minyak mentah merosot ke level US$69 per barel, prediksi bullishnya bursa membawa sentimen positif pada pergerakan saham-saham di kelompok Bakrie.

Saham-saham Bakrie masih akan menguat karena sentimen grupnya, ujarn Aji kepada INILAH.COM.

Aji pun merekomendasikan saham PT Bumi Resources (BUMI) dengan titik support di level 1.810 dan resistan di 1.940. Menurut dia, prediksi penguatan saham BUMI yang berkapitalisasi pasar cukup besar, diyakini akan memimpin pergerakan saham lain di Grup Bakrie. Akumulasi buy untuk teman-teman BUMI lainnya, ujarnya.

Saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) diperkirakan akan bergerak di kisaran support dan resisten di Rp86- Rp97. Siang ini, saham BNBR terpantau stagnan di angka Rp90.

Sedangkan saham Energi Mega Persada (ENRG) akan bergerak di level Rp350-445, dari posisi saat ini di angka Rp370. Dan PT Bakrieland Development (ELTY) yang siang ini stagnan di level Rp295, diperkirakan akan bergerak di rentang Rp270-330.

RUPS BNBR menyetujui untuk perseroan menjaminkan asetnya sekitar 50%-100% untuk mengembangkan bisnisnya ke kawasan Asia melalui pendirian perusahaan baru di sektor investasi. Sementara itu, perseroan hingga akhir tahun akan melakukan call option saham BUMI dan ELTY, sehingga kepemilikan sahamnya bertambah masing-masing jadi 27% dan 22,78% saham.

Sementara BNBR dan Northstar Pacific akan membentuk perusahaan patungan untuk menguasai BUMI, yang diharapkan rampung pada September 2009. Akhir tahun lalu, Northstar telah menalangi utang BNBR kepada Oddickson Finance sebesar US$ 575 juta. Imbalannya adalah seluruh saham anak usaha BNBR yang dijaminkan ke Oddcikson kini berada di tangan Northstar.

Di kesepakatan awal, Northstar akan mengembalikan seluruh saham yang dijaminkan kepada BNBR, kecuali untuk BUMI. Saham-saham lainnya akan dikembalikan setelah BNBR melunasi utangnya. Semula BNBR berencana menerbitkan obligasi konversi kepada Northstar agar Northstar bisa mengeksekusi obligasi tersebut dan menjadi pemegang saham BNBR.

Sentimen positif BNBR lain adalah rencana restrukturisasi utang perseroan yang akan tuntas tahun ini. Restrukturisasi utang ini akan membuat beban utang tergerus drastis. Saat ini beban utang BNBR mencapai US$ 1,45 miliar.

Dengan adanya restrukturisasi, utang BNBR menjadi US$ 92 juta atau turun 94%. Namun, perseroan memutuskan tak membagikan dividen tahun 2008 karena mencatat kerugian. Kami masih rekomendasikan hold untuk BNBR, kata tim riset Samuel Sekuritas.

Kabar terbaru dari ELTY adalah bahwa perseroan menaikkan nilai emisi sukuk ijarah menjadi Rp200 miliar dengan tambahan alokasi Rp50 miliar. Sukuk terdiri dari dua seri, seri A Rp60 miliar akan jatuh tempo pada 7 Juli 2011, sedangkan seri B Rp90 miliar jatuh tempo 7 Juli 2012.

Emisi sukuk telah memperoleh pernyataan efektif Bapepam. Terkait berita ini, Samuel Sekuritas memberi rekomendasi beli. Investor bisa buy saham ELTY, ujarnya.

Saham BUMI masih cukup menarik, mengingat anak usaha perseroan, yaitu PT Bumi Resouces Investment, mengizinkan Ancara Properties Ltd untuk membeli balik 50% saham Leap-Forward Finance Ltd atau pemilik 99,9% Fajar Bumi Sakti (FBS) dalam waktu sembilan bulan.

Hal tersebut sesuai perjanjian jual beli antara Ancara dan BUMI. Nilai pembelian 50% saham Fajar Bumi sebesar Rp952,52 miliar. Kami rekomendasikan buy untuk saham BUMI, imbuhnya.

Namun secara teknis, Panin Securities melihat saham BUMI sudah menuju area jenuh beli. Siang ini terpantau naik 20 poin ke level Rp1880. Dengan pergerakan saham yang menguat mendekati level resistan pertama di 1.925 dan selanjutnya di 1.975, investor disarankan jual. Kami rekomendasikan jual dengan cut loss di level 1.925, ujarnya. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
heintje @ Rabu, 1 Juli 2009 | 15:14 WIB
BUMI sering dianalisa oleh Inilah.com, tapi gak pernah bener???
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.