INILAH.COM, Jakarta - Ada satu kebanggaan dalam diri Muhammad Ihsan Tarore ketika dipercaya berlakon menjadi Muhammad Jusuf Kalla dalam film JK,. Meski pada awalnya Ihsan sempat diragukan kemampuannya.
Juara Indonesian Idol 2007 itu memang memerankan tokoh Jusuf Kalla (JK) semasa remaja, usia 16-24. Peran yang ia mainkan adalah untuk film pendek bertajuk JK, garapan sutradara Hanung Bramantyo. Film berdurasi enam menit itu bakal tayang di bioskop dan beberapa stasiun TV.
Kepada INILAH.COM, Ihsan bercerita banyak mengenai suka duka syuting film JK. Berikut perbincangannya.
Katanya sempat kecewa dan menemui kesulitan syuting?
Ya. Karena aku kesulitan logatnya. Sampai reading tiga hari untuk memperdalam logat Makassar. Sebab, bahasa Makassar itu ternyata susah-susah gampang. Karena kan ada campuran Ambon, Batak, dan Melayu. Ribet sekali.
Merasa mirip dengan JK?
Nggak tahu. Katanya sih, iya. Waktu aku dihubungi Mas Hanung Bramantyo, agak kaget. Tapi setelah di-brief sana-sini akhirnya yakin bisa. Soal mirip, katanya, aku mirip dengan bapak JK muda, pas lagi pakai kumis.
Sempat ditolak dan tidak disetujui keluarga besar JK?
Ya. Awalnya, mungkin karena aku pendiam. Tapi setelah aku mampu berdialog dalam bahasa Makassar dan memerankan figur Bapak JK waktu masih jadi mahasiswa, pihak keluarga yakin dan percaya kalau aku pas memerankan tokoh JK.
Pendalaman karakternya bagaimana?
Itu juga yang susah-susah gampang. Karena aku tidak kenal dekat dan jarang bertemu. Untuk memperdalam peran, aku menghabiskan banyak waktu dengan browsing di internet, memperdalam karakter dan emosi JK. Pokoknya, kata orang-orang di sekelilingnya, orangnya tegas dan Bapaknya (H Kalla, Red) galak.
Ingin terus berakting? Atau pilih menyanyi?
Insya Allah kalau perannya cocok. Sejauh ini banyak tawaran, tapi belum sreg memerankannya saja. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !