inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Ekspor Polyethylene RI ke AS Bebas Bea

Headline
Foto/ Bayu Suta
Oleh:
Rabu, 1 Juli 2009 | 14:07 WIB
INILAH.COM, Washington - Amerika Serikat telah mengeluarkan 12 jenis produk dari enam negara yang diuntungkan berdasarkan program bebas bea ekspor untuk negara-negara berkembang.

Menurut Perwakilan Dagang AS (USTR) AS, penghapusan bea ekspor itu meliputi ikan air tawar yang diawetkan dari Thailand, obat-obatan non-aromatik dan aromatik tertentu, pipa dan juga suku cadang mobil dari India, polyethylene dari Indonesia, serta suku cadang rel kereta api dari Ukraina.

Dikatakan bahwa 12 produk dari enam negara itu saat ini cukup bersaing di pasar Amerika Serikat dengan tidak perlunya diperpanjang perjanjian GSP.

Program Sistem Preferensi Umum (GSP-Generalized System of Preferences) pada 2008 memfasilitasi 31,7 miliar dolar dalam impor dari hampir 5.000 jenis produk dari 131 negara berkembang.

Amerika Serikat juga akan menerbitkan surat pembebasan dari tuntutan yang akan mencegah 112 jenis barang ekspor dari 16 negara penerima dengan telah dikeluarkannya dari program karena mereka melampaui pagu impor.

"Perluasan perdagangan dengan negara-negara berkembang di dunia dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan mereka, pengurangan pendapatan yang tidak sama dan memberikan kepada masyarakat harapan untuk masa depan," kata USTR Ron Kirk.

Menurutnya, ini merupakan saat sulit bagi setiap orang dalam ekonomi global dan hal itu menciptakan terutama berbagai kesulitan bagi kehidupan di negara-negara berkembang. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.